Menurutnya, transformasi sektor perhubungan tidak cukup hanya dengan menghadirkan aplikasi atau teknologi baru.
Setiap inovasi harus mampu menjawab kebutuhan masyarakat, khususnya dalam mendukung mobilitas orang dan distribusi barang.
Kepala Dinas Perhubungan Provinsi Jawa Tengah Arif Djatmiko mengatakan, peluncuran taksi listrik dan travel listrik merupakan salah satu dari delapan inovasi yang masuk dalam program Transformasi Perhubungan Jawa Tengah 2026.
Selain elektrifikasi kendaraan, pembenahan dilakukan melalui digitalisasi dan integrasi layanan transportasi. Salah satunya dengan menerapkan pembayaran nontunai atau cashless di Terminal Tipe B.
Uji coba sistem tersebut telah dilakukan di Terminal Sukoharjo. Ke depan, skema pembayaran nontunai ditargetkan diterapkan di 22 Terminal Tipe B yang dikelola Pemprov Jawa Tengah.
Penerapan sistem ini diharapkan membuat pembayaran langsung tercatat dalam kas daerah sekaligus meningkatkan transparansi dan akuntabilitas pengelolaan terminal.
Dishub Jawa Tengah juga mengembangkan sistem digital untuk monitoring dan pengawasan operasional Terminal Tipe B.
Sistem tersebut dimanfaatkan untuk mendukung pengelolaan terminal berbasis data, termasuk memantau kendaraan serta laporan operasional.
Transformasi turut menyasar layanan Trans Jateng melalui kerja sama dengan Gojek. Kolaborasi ini diarahkan untuk mempermudah integrasi perjalanan masyarakat, mulai dari layanan ojek daring menuju Trans Jateng hingga perjalanan lanjutan sebagai first mile dan last mile.
“Tahun depan kita akan membuat satu tiket antara Gojek dan Trans Jateng. Jadi first mile, last mile sudah tercakup semua,” kata Miko.