KONTENSEMARANG.COM — Universitas Diponegoro (UNDIP) memperluas kerja sama internasional dengan sejumlah institusi pendidikan di Provinsi Guangdong, China.
Langkah tersebut ditandai dengan penandatanganan Memorandum of Understanding (MoU) bersama Guangdong Food and Drug Vocational College dalam agenda Guangdong–Indonesia Higher Vocational Education Exchange Seminar, Minggu (7/9).
Selain penandatanganan kerja sama, UNDIP juga melakukan penjajakan kolaborasi dengan pusat artificial intelligence (AI) dan robotika yang berada di School of Digital Business, Guangzhou City Polytechnic. Bidang tersebut menjadi salah satu fokus pengembangan jejaring kerja sama UNDIP dengan institusi pendidikan di China.
Delegasi UNDIP dipimpin Rektor Prof. Dr. Suharnomo, S.E., M.Si. Turut mendampingi dalam kunjungan tersebut Dekan Fakultas Teknik Prof. Dr. Jamari, S.T., M.T., IPU., ASEAN Eng., serta Direktur Inovasi dan Kerja Sama drh. Dian Wahyu Harjanti, Ph.D.
Penandatanganan MoU dilakukan Prof. Suharnomo bersama Deputy Director Prof. Hou Song. Kegiatan tersebut turut disaksikan President of the Guangdong Education Association of International Exchange (GDEAIE) sekaligus President of Guangzhou Huashang Vocational College, Prof. Lu Kunjian.
Dalam pertemuan itu, GDEAIE menyatakan ketertarikannya menjalin kerja sama dengan UNDIP sebagai salah satu perguruan tinggi terkemuka di Indonesia.
Kolaborasi yang dibahas mencakup mobilitas mahasiswa antara Guangdong dan Indonesia, pengembangan kurikulum, peningkatan mutu pembelajaran, hingga penguatan hubungan pendidikan vokasi dengan dunia industri.
Sejumlah bidang yang menjadi perhatian dalam kerja sama tersebut antara lain artificial intelligence (AI), pangan, kesehatan, digitalisasi teknologi pertanian, serta industri kreatif.
Rektor UNDIP Prof. Dr. Suharnomo, S.E., M.Si. menyambut positif peluang kolaborasi tersebut. Menurutnya, kerja sama internasional perlu diarahkan untuk mempertemukan pendidikan dan riset dengan perkembangan teknologi serta kebutuhan industri.
Peluang tersebut dinilai semakin besar seiring pertumbuhan kawasan industri di Jawa Tengah. Salah satunya Kawasan Industri Terpadu Batang (KITB) yang menjadi tempat investasi sejumlah perusahaan internasional, termasuk perusahaan asal China.