Konten Semarang
Pendidikan

USM Gelar Kuliah Umum, Prof Agus Bahas Strategi Insinyur Hadapi Bencana

USM menggelar kuliah umum tentang strategi insinyur menghadapi bencana untuk memperkuat ketahanan infrastruktur dan profesionalisme.

USM Gelar Kuliah Umum, Prof Agus Bahas Strategi Insinyur Hadapi Bencana
USM Gelar Kuliah Umum, Prof Agus Bahas Strategi Insinyur Hadapi Bencana

"Karena menjalankan praktik keinsinyuran, setiap tenaga ahli wajib memiliki sertifikat kompetensi kerja sekaligus surat tanda registrasi keinsinyuran. Sertifikat kompetensi kerja menunjukkan kemampuan bekerja, sedangkan sertifikat kompetensi keinsinyuran merupakan bukti pemenuhan kompetensi profesi dan etika. Keduanya harus dimiliki secara bersamaan," ujarnya.

Prof. Agus menilai salah satu tantangan pembangunan nasional adalah masih rendahnya ketahanan infrastruktur akibat **malapraktik keinsinyuran**, yakni kesalahan pada tahap perencanaan, perancangan, pelaksanaan, pengawasan, pengoperasian, maupun pemeliharaan infrastruktur.

"Praktik keinsinyuran juga berkaitan dengan bagaimana kita mengantisipasi bencana. Infrastruktur kita banyak yang berumur pendek dan mengalami kerusakan dini, sehingga biaya perbaikannya menjadi mahal. Itu menunjukkan adanya malapraktik keinsinyuran. Kalau tidak ada praktik yang salah, umur bangunan tentu bisa jauh lebih panjang. Karena itu saya mengajak mahasiswa dan dosen agar memahami pentingnya menghindari malapraktik keinsinyuran serta mampu mengantisipasi berbagai risiko, termasuk risiko bencana," tegasnya.

Ia berharap lulusan Universitas Semarang mampu menjadi insinyur yang profesional, berintegritas, dan menghasilkan infrastruktur yang aman serta berkelanjutan.

"Harapan saya, alumni USM memiliki kesadaran untuk tidak melakukan malapraktik keinsinyuran, sadar akan profesinya sebagai insinyur, serta mampu mengantisipasi berbagai risiko sehingga ketahanan infrastruktur dapat diwujudkan melalui lulusan Universitas Semarang," pungkasnya.

Salah seorang peserta, mahasiswa Program Studi Teknik Sipil semester IV, Teong Mei She, mengaku memperoleh banyak wawasan baru dari kegiatan tersebut.

"Acaranya sangat seru karena partisipasinya juga banyak, baik dari dosen maupun mahasiswa. Materinya menjelaskan pentingnya profesi insinyur, termasuk aspek hukum dan berbagai pengetahuan tentang teknik sipil. Kegiatan ini menambah wawasan saya. Harapan saya ke depannya, semoga saya bisa menjadi seperti Prof. Agus," ungkapnya.

Melalui kegiatan ini, Program Pascasarjana USM berkomitmen terus meningkatkan kompetensi akademik dan profesional mahasiswa serta mendorong lahirnya lulusan yang memiliki integritas, kompetensi keinsinyuran, dan mampu berkontribusi dalam pembangunan infrastruktur nasional yang tangguh menghadapi bencana. (*)

 

Baca Juga Otomatis

Rekomendasi berdasarkan kategori dan tag berita ini.

Halaman 2 dari 2

Artikel Selanjutnya

Mahasiswa KKN UNNES Terapkan SDGs Lewat Edukasi Gizi dan PMT Cegah Stunting
Pendidikan • 28 Juli 2026

Mahasiswa KKN UNNES Terapkan SDGs Lewat Edukasi Gizi dan PMT Cegah Stunting

Rekomendasi Redaksi