KONTENSEMARANG.COM – Universitas Semarang (USM) melantik sejumlah pejabat struktural di tingkat direktorat, manajer, dan supervisor dalam upaya memperkuat tata kelola kelembagaan yang lebih modern, adaptif, dan berorientasi pada peningkatan mutu. Pelantikan berlangsung di Auditorium Ir. Widjatmoko USM, Semarang, Rabu (5/8/2026).
Rektor Universitas Semarang, Dr. Supari ST MT, mengatakan pergantian pejabat struktural merupakan bagian dari proses regenerasi organisasi yang bertujuan menjaga keberlanjutan sekaligus meningkatkan kualitas pengelolaan perguruan tinggi.
"Alhamdulillah, baru saja dilaksanakan pelantikan pejabat struktural di Universitas Semarang. Ini pelantikan pejabat struktural di level Direktorat, Manager, Supervisor di bawah Wakil Rektor. Alhamdulillah berjalan dengan baik," ujar Dr. Supari.
Menurutnya, pelantikan tersebut dilakukan untuk melengkapi struktur organisasi agar mampu menjawab tantangan pengelolaan perguruan tinggi yang terus berkembang.
"Ini tujuannya adalah untuk melengkapi struktur organisasi. Saya kira ini adalah hal yang biasa, hal yang lumrah dalam sebuah organisasi. Untuk keberlanjutan organisasi selalu ada pembaruan-pembaruan, pergantian-pergantian pejabat struktural. Siapapun yang menjabat pada saatnya akan digantikan oleh pejabat yang selanjutnya. Hari ini sudah terjadi alhamdulillah dengan baik," katanya.
Ia berharap kehadiran pejabat baru dapat mendorong peningkatan kualitas tata kelola USM melalui penerapan sistem yang lebih modern dan berbasis teknologi digital.
"Harapan dari USM dengan dilantiknya pejabat baru ini, nanti USM akan beroperasi semakin baik, mengikuti tata kelola yang baru juga, yang akan lebih baik," ungkapnya.
Lebih lanjut, Dr. Supari menegaskan transformasi yang dilakukan USM juga mencakup pemanfaatan teknologi, termasuk artificial intelligence (AI), guna mendukung proses pembelajaran dan pengelolaan kampus.
"USM akan dikelola dengan tata kelola yang modern, dengan didukung oleh kemajuan-kemajuan teknologi, dengan penggunaan artificial intelligence dan seterusnya, dengan perangkat-perangkat yang mendukung smart learner, pembelajar yang cerdas termasuk sarana-prasarana yang cerdas juga," jelasnya.
Menurutnya, penerapan teknologi diharapkan mampu meningkatkan mutu pendidikan sekaligus memperkuat keterkaitan antara proses pembelajaran dengan kebutuhan nyata di masyarakat.