Sementara itu, di Kecamatan Gunungpati, sebanyak 414 mahasiswa diterjunkan ke 16 kelurahan dengan tema besar “Peningkatan Kapasitas Sosial dan Ekonomi Masyarakat melalui Digitalisasi UMKM dan Program Kampung Iklim (Proklim).”
Prof Dr Ir Rohadi MP menjelaskan bahwa program KKN kali ini berbasis problem solving, sehingga setiap kegiatan dirancang sesuai kebutuhan nyata masyarakat.
Kerja sama antara USM dan Pemerintah Kota Semarang disebut berjalan baik. Bahkan, Rektor USM menegaskan bahwa Kota Semarang merupakan laboratorium pengabdian bagi mahasiswa dan dosen untuk melakukan riset serta pemberdayaan masyarakat.
Ketua LPPM USM, Prof Dr Ir Mudjiastuti Handajani MT, menambahkan bahwa KKN ke-27 ini membawa dua fokus utama: digitalisasi UMKM dan peningkatan kesadaran lingkungan melalui Proklim.
“Kami ingin kegiatan ini benar-benar memberikan manfaat nyata, sejalan dengan komitmen Pemkot Semarang dalam menjaga kebersihan dan kelestarian lingkungan,” jelasnya.
Ia menegaskan bahwa pengabdian mahasiswa harus memberikan dampak berkelanjutan. “KKN adalah wujud nyata Tri Dharma Perguruan Tinggi, khususnya dalam aspek pengabdian kepada masyarakat,” tutupnya.
Dengan semangat kolaborasi, USM berkomitmen mencetak lulusan yang tidak hanya unggul secara akademik, tetapi juga memiliki kepedulian sosial dan tanggung jawab terhadap pembangunan masyarakat.