"Saya melihat kekuatan paduan suara ada pada harmoni. Setiap karakter suara saling melengkapi hingga tercipta alunan yang indah. Begitu pula Kota Semarang, keberagaman yang dirawat dengan inklusivitas akan melahirkan harmoni kota yang kuat," tuturnya.
Rangkaian kunjungan kemudian berlanjut ke Serambi Utama Masjid Agung Semarang atau Masjid Kauman.
Di lokasi tersebut, Agustina menghadiri Pengajian Akbar dalam rangka memperingati Maulid Nabi Muhammad SAW 1448 H yang digelar Yayasan Badan Pengelola Masjid Agung Semarang.
Dalam kegiatan itu, Agustina mengajak masyarakat menjadikan peringatan Maulid Nabi sebagai momentum untuk kembali mengingat keteladanan Rasulullah, terutama mengenai akhlak, kasih sayang, kejujuran, dan kepedulian terhadap sesama.
"Maulid Nabi mengingatkan kita pada sosok Rasulullah yang membawa ajaran tentang akhlak, kasih sayang, dan kejujuran. Kecintaan kepada Nabi Muhammad perlu terlihat dalam cara kita memperlakukan orang lain, dengan keramahan dan kesediaan membuka ruang bagi sesama," katanya.
Selain menyampaikan pesan keagamaan, Agustina mengajak jemaah mendoakan masyarakat yang terdampak gempa bumi di Nusa Tenggara Timur (NTT) serta bencana kebakaran hutan dan lahan di Kalimantan.
Kepedulian masyarakat Semarang terhadap korban bencana juga diwujudkan melalui penggalangan dana.
Melalui gerakan "Kota Semarang Peduli", donasi sebesar Rp156 juta untuk membantu korban gempa NTT telah disalurkan.
"Melalui 'Kota Semarang Peduli', dalam waktu singkat kita bergerak bersama dan telah menyalurkan donasi Rp156 juta untuk saudara-saudara kita di Nusa Tenggara Timur," ungkapnya.
Pada akhir rangkaian kunjungan, Agustina turut menyampaikan perkembangan persiapan Semarang sebagai tuan rumah MTQ Nasional XXXI. Hingga kini, kesiapan penyelenggaraan disebut telah mencapai 80 persen.