Kepala Dinas Lingkungan Hidup (DLH) Kota Semarang, Arwita Mawarti, menjelaskan bahwa sampah yang membentuk pulau di area bekas tambak berasal dari dua sumber utama, yakni kiriman sampah dari laut yang terperangkap, serta sampah rumah tangga yang sengaja dibuang oleh warga sekitar.
Sebagai langkah cepat, DLH Kota Semarang akan menggelar kerja bakti bersama masyarakat sekitar pada Jumat (4/7) mendatang.
Dalam jangka panjang, pihaknya akan menggencarkan sosialisasi dan memperkuat koordinasi lintas instansi, seperti dengan kelurahan, kecamatan, Dinas Pekerjaan Umum (DPU), hingga Balai Besar Wilayah Sungai (BBWS), agar sampah dapat dibuang ke lokasi pembuangan akhir (disposal area) yang sesuai aturan.
“Selain edukasi, kami juga akan bekerja sama untuk menentukan pengelolaan sampah jangka panjang agar masalah ini tidak berulang,” tutup Arwita.