Konten Semarang
Regional

Warga Timbulsloko Manfaatkan Akuaponik untuk Jaga Pangan di Tengah Ancaman Rob

Warga Timbulsloko Demak belajar budi daya akuaponik untuk menjaga ketahanan pangan di tengah lahan produktif yang terdampak rob.

Warga Timbulsloko Manfaatkan Akuaponik untuk Jaga Pangan di Tengah Ancaman Rob
Warga Timbulsloko Manfaatkan Akuaponik untuk Jaga Pangan di Tengah Ancaman Rob

KONTENSEMARANG.COM – Keterbatasan lahan produktif akibat banjir rob membuat masyarakat Desa Timbulsloko, Kabupaten Demak, perlu mencari cara baru untuk menjaga ketersediaan pangan. Pemanfaatan lahan pekarangan menjadi salah satu pilihan yang mulai dikembangkan warga.

Salah satu metode yang diperkenalkan adalah budi daya akuaponik. Sistem ini memadukan pemeliharaan ikan dengan penanaman sayuran dalam satu rangkaian sehingga dapat diterapkan meski tersedia lahan yang terbatas.

Penerapan metode tersebut dikenalkan kepada ibu-ibu yang tergabung dalam kelompok Wanita Nelayan Desa Timbulsloko melalui pelatihan, Jumat (28/8).

Kegiatan ini menjadi bagian dari program Pengabdian kepada Masyarakat (PkM) yang dilakukan Tim PkM Universitas Semarang (USM).

Ketua Tim PkM USM Anisa Rachma Sari menjelaskan, kondisi wilayah Timbulsloko menjadi salah satu kendala bagi warga yang ingin mengembangkan sumber pangan dengan cara konvensional. Dampak rob membuat pemanfaatan lahan perlu dilakukan dengan pendekatan yang lebih adaptif.

Menurut Anisa, sebagian area sawah dan tambak masyarakat telah terdampak rob sejak 2016. Kondisi tersebut mendorong pemanfaatan pekarangan sebagai alternatif untuk mendukung kebutuhan pangan keluarga.

"Melalui sistem akuaponik, warga dapat memanfaatkan lahan terbatas untuk menghasilkan ikan sekaligus sayuran," ujar Anisa.

Dalam pelatihan, masyarakat tidak hanya dikenalkan pada konsep akuaponik, tetapi juga praktik menggunakan material sederhana yang tersedia di sekitar. Barang bekas seperti galon dapat dimanfaatkan sebagai wadah untuk budi daya.

Instalasi akuaponik kemudian ditempatkan di pekarangan yang relatif terlindung dari genangan rob. Selain tidak membutuhkan area luas, metode tersebut dinilai cocok bagi warga yang memiliki keterbatasan lahan produktif.

Ikan lele dan kangkung menjadi komoditas yang dipilih dalam praktik budi daya. Kedua jenis tersebut dinilai cukup mudah dikembangkan dan dapat menyesuaikan dengan kondisi lingkungan.

Baca Juga Otomatis

Rekomendasi berdasarkan kategori dan tag berita ini.

Halaman 1 dari 2

Artikel Selanjutnya

Taj Yasin Buka Pintu Pemeriksaan BPK, Pemprov Jateng Siap Benahi Tata Kelola
Regional • 31 Agustus 2026

Taj Yasin Buka Pintu Pemeriksaan BPK, Pemprov Jateng Siap Benahi Tata Kelola

Rekomendasi Redaksi