Peserta juga memperoleh materi teknis, mulai dari pengaturan salinitas air pada kisaran 3–5 ppt, aklimatisasi benih lele, hingga proses penyemaian kangkung menggunakan media *rockwool*.
Hasil budi daya diharapkan tidak hanya dimanfaatkan untuk kebutuhan konsumsi keluarga. Jika produksinya berkembang, ikan dan sayuran tersebut juga berpeluang diolah menjadi produk bernilai tambah.
Lele, misalnya, dapat dipanen dalam waktu sekitar 60–90 hari dan kemudian diolah menjadi sejumlah makanan seperti nugget, bakso, maupun lele asap.
Pengembangan akuaponik di lahan terbatas diharapkan menjadi alternatif bagi masyarakat pesisir Timbulsloko untuk mempertahankan ketersediaan pangan. Upaya tersebut sekaligus menjadi bentuk adaptasi terhadap berkurangnya lahan produktif akibat banjir rob. (*)