Cegah Nipah Masuk Jateng, Heri Pudyatmoko Serukan Pencegahan Lewat Pola Hidup Sehat
KONTENSEMARANG.COM - Meski hingga kini belum ditemukan kasus virus Nipah di Jawa Tengah, kewaspadaan tetap perlu diperkuat seiring meningkatnya mobilitas masyarakat dan lalu lintas orang antarwilayah, termasuk dari luar negeri.
Wakil Ketua DPRD Provinsi Jawa Tengah, Heri Pudyatmoko, menekankan pentingnya langkah pencegahan berbasis kesehatan masyarakat sebagai garda awal perlindungan.
Menurut Heri, antisipasi terhadap penyakit menular tidak boleh menunggu hingga kasus muncul.
Ia menilai, pendekatan pencegahan yang paling mendasar dan relevan adalah penguatan pola hidup sehat di tengah masyarakat, disertai kesiapsiagaan sistem kesehatan.
“Pencegahan selalu lebih efektif dibandingkan penanganan setelah terjadi. Pola hidup sehat menjadi benteng pertama yang bisa dilakukan masyarakat secara kolektif,” ujar Heri.
Ia mengingatkan bahwa virus Nipah merupakan penyakit zoonosis yang penularannya berkaitan erat dengan kebersihan lingkungan, keamanan pangan, serta interaksi manusia dengan hewan.
Karena itu, edukasi publik terkait perilaku hidup bersih dan sehat dinilai sangat penting.
Heri menilai pemerintah daerah perlu terus memperkuat upaya promotif dan preventif. Mulai dari kampanye kesehatan, pengawasan pangan segar, hingga kesiapsiagaan fasilitas layanan kesehatan.
Menurutnya, langkah-langkah ini tidak hanya relevan untuk mencegah Nipah, tetapi juga berbagai potensi penyakit menular lainnya.
“Penguatan sistem kesehatan masyarakat itu sifatnya lintas penyakit. Ketika masyarakat terbiasa hidup sehat, risiko banyak penyakit bisa ditekan,” katanya.
Tak hanya itu, Heri turut mendorong koordinasi antarinstansi, seperti dinas kesehatan, peternakan dan perhubungan, agar upaya pencegahan berjalan terpadu.
Ia menilai pengawasan di pintu masuk wilayah, termasuk bandara dan pelabuhan, perlu diiringi dengan edukasi yang tidak menimbulkan kepanikan.
“Kewaspadaan harus dibangun tanpa menimbulkan ketakutan berlebihan. Yang penting adalah kesiapan dan kejelasan informasi,” tegasnya.
Heri juga mengajak masyarakat untuk berperan aktif menjaga kesehatan diri dan lingkungan.
Mulai dari mengonsumsi makanan yang aman, menjaga kebersihan, hingga segera memeriksakan diri ke fasilitas kesehatan jika mengalami gejala yang tidak biasa.
Menurutnya, pengalaman menghadapi pandemi sebelumnya menjadi pelajaran penting bahwa kesehatan publik membutuhkan kolaborasi antara pemerintah dan masyarakat.
“Ketahanan kesehatan tidak bisa dibangun oleh pemerintah saja. Kesadaran warga adalah kunci,” pungkas Heri. (*)
redaksi