Konten Semarang
Ekonomi

Ahmad Luthfi Dorong 4,2 Juta UMKM Jateng Naik Kelas

UMKM Jateng didorong Ahmad Luthfi naik kelas hingga ekspor melalui penguatan pembiayaan, pasar, teknologi, kemitraan dan digitalisasi usaha.

UMKM Jateng didorong Ahmad Luthfi naik kelas hingga ekspor melalui penguatan pembiayaan, pasar, teknologi, kemitraan dan digitalisasi usaha.
UMKM Jateng didorong Ahmad Luthfi naik kelas hingga ekspor melalui penguatan pembiayaan, pasar, teknologi, kemitraan dan digitalisasi usaha.

Upaya mendorong UMKM Jateng naik kelas tersebut didukung melalui berbagai program yang telah dimiliki Jawa Tengah, di antaranya Akademi Balatkop dan Hetero Business Leap.

Melalui program tersebut, pelaku UMKM mendapatkan sejumlah materi untuk meningkatkan kapasitas usaha. Materi yang diberikan meliputi penguatan pola pikir kewirausahaan, pengembangan produk dan pemasaran, pemanfaatan teknologi digital, pengelolaan usaha, hingga upaya memperluas pasar.

Minat masyarakat untuk meningkatkan kapasitas kewirausahaan juga menunjukkan antusiasme yang terus meningkat. Pada 2025, Akademi Balatkop mencatat sebanyak 4.193 pendaftar.

Dari jumlah tersebut, bidang yang paling banyak diminati meliputi digital marketing, keuangan bisnis, serta English conversation.

Sementara pada 2026, tercatat terdapat 2.282 wirausaha binaan. Jumlah tersebut terdiri atas 1.398 calon wirausaha, 436 wirausaha pemula, dan 448 wirausaha mapan.

Adapun bidang dengan peminatan terbesar adalah makanan yang mencapai 48,9%. Selanjutnya, bidang kerajinan tercatat sebesar 13,3% dan jasa digital juga sebesar 13,3%.

Penguatan kapasitas tersebut menjadi bagian dari pengembangan wirausaha muda Jawa Tengah, termasuk dengan memberikan akses yang lebih luas terhadap sumber permodalan untuk mendukung perkembangan usaha.

Dukungan terhadap UMKM juga diberikan melalui program Kredit Usaha Rakyat (KUR) dengan bunga 6% dari Bank Jateng. Akses permodalan dinilai sangat penting dalam membantu perkembangan pelaku usaha muda sehingga dapat menciptakan lapangan pekerjaan baru.

Selain permodalan, pembinaan dan pendampingan terhadap pelaku usaha juga mencakup peningkatan kualitas produk, perbaikan kemasan, serta penguatan pemasaran.

Pemprov Jateng juga menggandeng berbagai pihak untuk memperkuat ekosistem usaha. Salah satu langkah yang dilakukan adalah memperbanyak penyelenggaraan pameran sehingga para pelaku usaha mempunyai kesempatan untuk berkembang bersama.

Baca Juga Otomatis

Rekomendasi berdasarkan kategori dan tag berita ini.

Halaman 2 dari 3

Artikel Selanjutnya

Promo Oktober Grand Candi Hotel Semarang, Ada Diskon Kamar hingga Spa 20 Persen
Ekonomi • 03 Oktober 2026

Promo Oktober Grand Candi Hotel Semarang, Ada Diskon Kamar hingga Spa 20 Persen

Rekomendasi Redaksi