Ia menambahkan, upaya menjaga sejarah tidak sebatas mempertahankan bangunan maupun aset fisik. Menurutnya, nilai sejarah juga perlu diperkenalkan kepada generasi mendatang agar tetap terjaga.
Pada kesempatan yang sama, KAI kembali menyalurkan bantuan sosial berupa paket sembako kepada masyarakat di sekitar stasiun.
Di samping kegiatan sosial dan pelestarian heritage, KAI terus menempatkan aspek keselamatan dan kenyamanan sebagai prioritas dalam operasional perkeretaapian.
Upaya peningkatan keselamatan antara lain dilakukan melalui penanganan perlintasan sebidang, termasuk pemasangan palang pintu serta edukasi kepada masyarakat agar tidak menerobos saat kereta api akan melintas.
"Faktor keselamatan tidak bisa kita toleransi sama sekali. Kita juga terus menggencarkan pemasangan palang pintu dan menyosialisasikan agar pengendara tidak melakukan penerobosan," terangnya.
Dari sisi pelayanan, KAI juga terus melakukan pembaruan sarana untuk meningkatkan kenyamanan penumpang, baik pada layanan kereta rel listrik maupun kereta api antarkota.
Perusahaan turut mengembangkan kereta wisata yang menggabungkan perjalanan menggunakan kereta api dengan potensi pariwisata dan kekayaan alam Indonesia. Konsep tersebut diarahkan untuk menghadirkan pengalaman perjalanan yang mengedepankan aspek *hospitality* dan wisata.
Perjalanan Heritage Joy Ride di Stasiun Kedungjati menjadi salah satu rangkaian kegiatan sebelum rombongan melanjutkan perjalanan menuju Stasiun Semarang Tawang.
Melalui kegiatan ini, KAI tidak hanya memperkenalkan sejarah perjalanan perkeretaapian kepada masyarakat, tetapi juga memperlihatkan upaya mengintegrasikan pelestarian aset heritage dengan kepedulian sosial serta pengembangan layanan transportasi yang aman, nyaman, terjangkau, dan terkoneksi. (*)