Meski telah mendapatkan penanganan, Syabila akhirnya dinyatakan meninggal dunia.
Peristiwa tersebut menjadi duka bagi kontingen olahraga Jawa Tengah, terlebih Syabila sebelumnya telah menunjukkan prestasi dengan menyumbangkan dua medali emas dari nomor selam kolam.
KONI Jawa Tengah pun melakukan evaluasi terhadap pelaksanaan pertandingan menyusul insiden yang dialami atlet tersebut.
KONI Jateng Evaluasi Prosedur Keselamatan Pertandingan
Ketua KONI Jawa Tengah Sujarwanto Dwiatmoko menyatakan bahwa evaluasi telah dilakukan setelah insiden meninggalnya Syabila.
Menurutnya, evaluasi diperlukan karena dalam perlombaan tersebut tidak hanya Syabila yang mengalami masalah.
Terdapat dua atlet lainnya yang juga dilaporkan mengalami kendala ketika mengikuti pertandingan.
Kondisi tersebut menjadi perhatian penyelenggara untuk memperkuat prosedur pengawasan dan penanganan atlet selama berlomba.
Sujarwanto mengatakan, salah satu hal yang menjadi bahan evaluasi adalah langkah tim penyelamat ketika mengetahui peserta menunjukkan tanda-tanda tidak mampu melanjutkan pertandingan.
Ia menjelaskan bahwa tim rescue telah diminta segera mengambil tindakan apabila seorang atlet menyatakan menyerah pada kesempatan pertama.
Langkah tersebut ditekankan karena keselamatan peserta harus menjadi prioritas utama dalam setiap pertandingan.