Oleh karena itu, upaya menjaga wilayah pantai tidak hanya berhubungan dengan kondisi lingkungan, tetapi juga berkaitan dengan keberlangsungan aktivitas dan kehidupan masyarakat yang berada di kawasan pesisir.
Pantura Jawa Tengah Menghadapi Berbagai Tantangan
Ahmad Luthfi mengungkapkan bahwa persoalan yang dihadapi kawasan Pantura Jawa Tengah tergolong kompleks dan membutuhkan penanganan secara terpadu.
Permasalahan tersebut tidak sebatas abrasi dan erosi yang mengakibatkan garis pantai semakin mundur. Wilayah pesisir utara juga menghadapi ancaman banjir, rob, penurunan muka tanah, sedimentasi, serta berbagai persoalan lainnya.
Kondisi tersebut menjadikan perlindungan Pantura perlu dilakukan melalui langkah yang saling terintegrasi.
Di sisi lain, pemerintah telah menyiapkan konsep pembangunan tanggul laut raksasa sebagai bagian dari penanganan jangka panjang terhadap persoalan kawasan pesisir.
Giant Sea Wall di Jawa Tengah Direncanakan Sepanjang 274,7 Kilometer
Untuk perlindungan kawasan pesisir dalam jangka panjang, pemerintah telah memiliki konsep pembangunan Giant Sea Wall sepanjang Pantura Jawa yang masuk dalam proyek strategis nasional.
Khusus di wilayah Jawa Tengah, tanggul laut raksasa tersebut direncanakan membentang sepanjang sekitar 274,7 kilometer.
Jalur pembangunan Giant Sea Wall akan melintasi sejumlah wilayah pesisir, meliputi Brebes, Tegal, Pemalang, Pekalongan, Batang, Kendal, Semarang, Demak, Jepara, Pati, hingga Rembang.
Meski pembangunan infrastruktur tersebut telah masuk dalam perencanaan jangka panjang, Luthfi berharap upaya perlindungan lingkungan melalui penanaman berbagai jenis pohon dapat lebih dahulu menjadi kebiasaan masyarakat.
Penanaman mangrove, cemara, dan kelapa nyiur diharapkan dapat dilakukan sebagai langkah pencegahan sejak dini sebelum proyek tanggul laut raksasa direalisasikan.