Konten Semarang
Regional

Produksi Jagung Jateng Tembus 2,68 Juta Ton hingga September

Produksi jagung Jawa Tengah capai 2,68 juta ton hingga September 2026, mengukuhkan Jateng sebagai lumbung pangan nasional dan terus tumbuh.

Produksi jagung Jawa Tengah capai 2,68 juta ton hingga September 2026, mengukuhkan Jateng sebagai lumbung pangan nasional dan terus tumbuh.
Produksi jagung Jawa Tengah capai 2,68 juta ton hingga September 2026, mengukuhkan Jateng sebagai lumbung pangan nasional dan terus tumbuh.

KONTENSEMARANG.COM - Produksi jagung Jawa Tengah sepanjang Januari hingga September 2026 telah mencapai 2,68 juta ton. Jumlah tersebut diperkirakan masih terus bertambah sampai akhir tahun dan semakin mengukuhkan posisi Jawa Tengah sebagai salah satu lumbung pangan nasional.

Capaian Jagung Jateng tersebut disampaikan Gubernur Jawa Tengah Ahmad Luthfi saat menghadiri Panen Raya Jagung di lahan Gapoktan Krido Dharmo, Desa Karanganyar, Kecamatan Weru, Kabupaten Sukoharjo, Kamis, 1 Oktober 2026.

“Jawa Tengah tetap meneguhkan sebagai lumbung pangan nasional, tidak hanya padi tetapi juga jagung,” kata Luthfi.

Berdasarkan data Badan Pusat Statistik (BPS), produksi jagung Jawa Tengah pada 2025 mencapai sekitar 3,7 juta ton dalam bentuk pipilan kering dengan kadar air 28 persen.

Jumlah tersebut memberikan kontribusi sekitar 17,02 persen terhadap total produksi jagung nasional. Capaian itu sekaligus menempatkan Jawa Tengah sebagai produsen jagung terbesar kedua di tingkat nasional.

Untuk menjaga produksi tetap tinggi, Ahmad Luthfi menekankan sejumlah faktor yang harus diperhatikan. Di antaranya menjaga lahan pertanian agar tidak beralih fungsi, memastikan ketersediaan air, serta menjamin ketersediaan dan kelancaran distribusi pupuk.

Khusus terkait kebutuhan air, Luthfi menilai hal terpenting adalah memastikan sumber air benar-benar dapat menjangkau lahan pertanian.

Upaya memperkuat sumber air dapat dilakukan melalui berbagai cara, mulai dari pembangunan sumur dalam, sumur dangkal, jaringan irigasi, hingga embung.

Selain itu, pemerintah juga memastikan pupuk tetap tersedia sehingga petani tidak mengalami kesulitan saat memasuki masa tanam.

Luthfi optimistis produksi jagung Jawa Tengah 2026 masih dapat terus ditingkatkan. Terlebih, panen jagung tetap bisa dilakukan meski berada pada musim kemarau.

Baca Juga Otomatis

Rekomendasi berdasarkan kategori dan tag berita ini.

Halaman 1 dari 3

Artikel Selanjutnya

Jawa Tengah Raih Terbaik 3 Penghargaan Pembangunan Daerah 2026
Regional • 01 Oktober 2026

Jawa Tengah Raih Terbaik 3 Penghargaan Pembangunan Daerah 2026

Rekomendasi Redaksi