Latihan, kedisiplinan, pengorbanan, dukungan keluarga, pelatih, federasi, hingga ketekunan atlet menjadi bagian dari perjalanan menuju keberhasilan tersebut.
“Ini bukan kemenangan yang datang tiba-tiba. Ada proses panjang, latihan, pengorbanan, dukungan keluarga, pelatih, federasi, dan keteguhan hati dari atletnya sendiri. Karena itu, kemenangan Nurisa patut kita apresiasi bersama,” tegasnya.
Keberhasilan Nurisa Dian Ashrifah raih emas Asian Games 2026 juga menjadi kelanjutan dari perjalanan panjangnya menekuni olahraga panahan.
Nurisa yang akrab disapa Hani merupakan atlet asal Kota Semarang dan saat ini tercatat sebagai mahasiswa Universitas Dian Nuswantoro (Udinus) Semarang.
Ia mulai menekuni olahraga panahan sejak berusia 11 tahun. Sejak saat itu, Nurisa terus menunjukkan perkembangan hingga mampu bersaing pada berbagai kejuaraan di tingkat internasional.
Sebelum mencatat sejarah pada Asian Games 2026, Nurisa telah mengoleksi sejumlah prestasi.
Pada SEA Games 2025, ia berhasil meraih dua medali emas dan satu medali perunggu.
Prestasi berlanjut pada awal 2026 ketika Nurisa kembali meraih medali emas dalam Singapore Archery Open.
Agustina berharap keberhasilan tersebut dapat menjadi inspirasi bagi generasi muda Kota Semarang agar berani menekuni bidang yang diminati serta menjalani setiap proses dengan konsisten.
“Semoga prestasi Nurisa menjadi inspirasi bagi anak-anak muda Kota Semarang untuk berani bermimpi besar. Jangan takut memasang target tinggi. Tekuni bidang yang menjadi passion, jalani prosesnya dengan disiplin, dan jangan mudah menyerah,” katanya.