Agustina juga menyampaikan apresiasi kepada berbagai pihak yang telah mendukung perjalanan Nurisa hingga mampu mencapai prestasi di tingkat Asia.
Ucapan terima kasih disampaikan kepada keluarga, pelatih, komunitas olahraga, Udinus, Persatuan Panahan Indonesia (Perpani), serta seluruh pihak yang selama ini terlibat dalam proses pembinaan Nurisa.
“Terima kasih sudah mengharumkan nama Indonesia dan Kota Semarang. Hari ini Indonesia Raya berkumandang di Asian Games, dan ada nama anak Kota Semarang di baliknya. Ini kebanggaan kita semua,” ungkapnya.
Capaian tersebut sekaligus menjadi catatan emas pertama panahan Indonesia di Asian Games, setelah Nurisa berhasil mengalahkan Amaya Amparo Cojuangco dengan skor 139-137 pada partai final.
Agustina menilai keberhasilan Nurisa juga harus menjadi momentum untuk terus memperkuat pembinaan atlet muda di Kota Semarang.
Menurutnya, pembinaan olahraga perlu terus berjalan agar semakin banyak atlet asal Semarang yang mampu mencatat prestasi, baik di tingkat nasional maupun internasional.
“Kota Semarang harus terus melahirkan Nurisa-Nurisa berikutnya. Prestasi ini jangan berhenti menjadi kebanggaan, tetapi harus menjadi pemantik agar pembinaan olahraga di Kota Semarang semakin kuat dan semakin banyak anak-anak kita yang mampu mengukir prestasi di tingkat dunia,” pungkas Agustina.
Prestasi Nurisa sekaligus menambah catatan penting bagi Panahan Indonesia, setelah atlet asal Kota Semarang itu berhasil mengukir sejarah lewat medali emas Asian Games Aichi-Nagoya 2026.