Konten Semarang
Semarang

TPA Jatibarang Kembali Terbakar, Agustina Ungkap Ancaman Gas Metana hingga 2028

TPA Jatibarang kembali terbakar akibat gas metana, Pemkot Semarang mengungkap ancaman hingga 2028 dan langkah penanganannya.

TPA Jatibarang Kembali Terbakar, Agustina Ungkap Ancaman Gas Metana hingga 2028
TPA Jatibarang Kembali Terbakar, Agustina Ungkap Ancaman Gas Metana hingga 2028

KONTENSEMARANG.COM – Kebakaran kembali terjadi di Tempat Pemrosesan Akhir (TPA) Jatibarang, Kota Semarang, Senin (28/9/2026) malam. Insiden tersebut kembali menyoroti potensi gas metana yang terbentuk dari timbunan sampah dan dapat memicu kebakaran.

Wali Kota Semarang Agustina Wilujeng mengatakan, upaya untuk memanfaatkan sekaligus mengurangi potensi gas metana sebenarnya telah dilakukan Pemkot Semarang melalui kerja sama pengembangan teknologi pengolahan energi. Namun, rencana tersebut belum dapat berjalan karena terkendala persyaratan dari PLN.

Menurut Agustina, kondisi timbunan sampah di TPA Jatibarang membuat kawasan tersebut memiliki potensi menghasilkan gas metana dalam jumlah besar. Risiko kebakaran juga dapat meningkat ketika memasuki musim kemarau, terlebih jika kondisi angin cukup kencang.

Potensi tersebut bukan kali pertama terlihat dalam kebakaran di TPA Jatibarang. Pada kejadian sebelumnya, api bahkan sempat terlihat berwarna biru yang menjadi salah satu tanda adanya kandungan gas metana pada timbunan sampah.

“Karena tumpukan di bawahnya ini memang mengandung gas metana. Bahkan dulu apinya biru karena ada gasnya. Gas metana ini dulu pernah diinisiasi dengan teknologi tertentu dikerjasamakan dengan berbagai pihak. Ternyata ketika sampai di PLN, tidak memenuhi standar. Ditolak,” ungkap Agustina, Selasa, 29 September 2026.

Kendala dalam pemanfaatan gas metana tersebut membuat Pemkot Semarang mencari alternatif lain untuk menangani persoalan timbunan sampah lama.

Baca Juga
Jateng Genjot Konsumsi Ikan lewat Penguatan Distribusi
Regional • 30 September 2026

Salah satu upaya yang kini didorong yakni penggunaan teknologi pirolisis untuk mengurangi volume sampah yang telah menumpuk secara bertahap.

Agustina menyebut risiko kebakaran akibat timbunan sampah masih menjadi persoalan yang perlu diantisipasi hingga 2028. Pada periode tersebut, fasilitas pengolahan sampah modern dengan kapasitas besar ditargetkan telah selesai dibangun dan dapat beroperasi secara optimal.

“Apapun itu, kita masih akan menanggung timbunan sampah ini sampai tahun 2028, ketika proses pengolahan sampahnya dibangun. Yang kita lakukan saat ini sedikit demi sedikit mengurangi sampah yang sudah ada,” jelasnya.

Sambil menunggu pembangunan dan penataan sistem pengolahan sampah, Agustina menekankan pentingnya meningkatkan pengawasan di kawasan TPA. Kesiapsiagaan petugas dinilai menjadi langkah yang dapat dilakukan untuk mencegah api kembali meluas.

“Apa yang bisa kita lakukan supaya kebakaran itu tidak terjadi lagi? Ya kita berjaga. Berjaga terus,” tegas Agustina.

Upaya respons cepat juga dilakukan ketika kebakaran terjadi di Zona 3 TPA Jatibarang. Api dilaporkan membakar area sekitar 1.000 meter persegi pada Senin malam. Dinas Pemadam Kebakaran (Damkar) Kota Semarang langsung mengerahkan petugas setelah menerima laporan sekitar pukul 22.10 WIB.

Sekretaris Damkar Kota Semarang Ade Bhakti Ariawan mengatakan, pihaknya mengerahkan 40 personel dengan dukungan tujuh unit armada. Petugas melakukan pemadaman sekaligus membuat sekat untuk mencegah api menjalar ke area lainnya.

Dalam proses pemadaman, petugas turut menggunakan pompa portabel dengan memanfaatkan sumber mata air yang berada di sekitar lokasi.

“Pukul 03.45 WIB dini hari api sudah bisa dikendalikan,” kata Ade.

Kepala Bidang Operasional dan Penyelamatan Damkar Kota Semarang Tantri Pradono memastikan kondisi Zona 3 TPA Jatibarang pada Selasa pagi telah aman dan terkendali.

Meski api telah berhasil dipadamkan, petugas masih ditempatkan di lokasi untuk melakukan pendinginan dan memastikan tidak ada lagi titik api maupun kepulan asap. (*)

Baca Juga Otomatis

Rekomendasi berdasarkan kategori dan tag berita ini.

Menampilkan semua halaman artikel.

Artikel Selanjutnya

Dinkes: Belum Ada Kasus Superflu di Semarang, Warga Diminta Tetap Waspada
Semarang • 30 September 2026

Dinkes: Belum Ada Kasus Superflu di Semarang, Warga Diminta Tetap Waspada

Rekomendasi Redaksi