KONTENSEMARANG.COM – Beragam kegiatan akan meramaikan Kota Semarang sepanjang Oktober 2026 melalui Semarang Great Event 2026. Sebanyak 30 agenda disiapkan dalam satu bulan dengan menggabungkan kegiatan wisata, hiburan, promosi belanja, serta aktivitas ekonomi untuk mendorong perputaran usaha di Kota Semarang.
Rangkaian Semarang Great Event 2026 secara resmi dimulai di 23 Mall Semarang pada Minggu malam (4/10/2026). Kegiatan tersebut menjadi pembuka dari berbagai agenda yang akan berlangsung di sejumlah pusat perbelanjaan dan lokasi lainnya selama Oktober.
Ketua Kamar Dagang dan Industri Indonesia (KADIN) Kota Semarang, Arnaz Agung Andrarasmara, mengatakan konsep tahun ini dikembangkan lebih luas dibandingkan program sebelumnya yang dikenal dengan nama Semargres.
Perluasan konsep tersebut tidak hanya diarahkan untuk meningkatkan aktivitas belanja, tetapi juga memberikan ruang bagi berbagai kegiatan yang dapat menarik masyarakat untuk datang dan beraktivitas di sejumlah lokasi.
“Jika 10%-nya saja masuk PAD Kota Semarang, tentu ini dapat menjadi bukti bahwa event promo belanja dan diskon seperti ini cukup efektif menggerakkan roda perekonomian,” ujar Arnaz.
KADIN Kota Semarang mematok target transaksi sebesar Rp600 miliar selama seluruh rangkaian Semarang Great Event 2026. Angka tersebut meningkat dibandingkan capaian Semargres 2025 yang mencatat transaksi sekitar Rp500 miliar.
Semarang Great Event 2026 dirancang dengan cakupan yang lebih beragam dibandingkan program sebelumnya. Kegiatan tidak hanya berfokus pada promo belanja, tetapi juga menghadirkan berbagai agenda hiburan dan aktivitas publik.
Total 30 event akan digelar sepanjang Oktober dengan melibatkan event organizer (EO), pelaku usaha, tenant, serta Pemerintah Kota Semarang. Kolaborasi tersebut diharapkan membuat rangkaian kegiatan dapat menjangkau lebih banyak masyarakat.
Sejumlah agenda yang masuk dalam kalender Semarang Great Event 2026 antara lain Semarang Hits Market yang digelar di DP Mall dan Central Java Expo di Ciputra Mall.
Lebih dari 300 tenant tercatat ikut berpartisipasi dalam rangkaian kegiatan tersebut. Jumlah itu belum mencakup sejumlah jaringan toko ritel seperti Alfamart dan Indomaret.