Pengerjaan juga dilakukan di Saluran Padi Raya, Sungai Tapak Tugurejo, Sungai Silandak ruas Purwoyoso, serta beberapa saluran air di kawasan Tembalang dan Semarang Tengah.
Adapun lima lokasi yang masih dalam proses penanganan terdiri atas Kali Sodor, Kali Sier, Kali Semarang ruas Kuningan, Kali Semarang ruas Lodan Raya, dan Saluran Buludrain.
Agustina menjelaskan, pengerukan dan pemeliharaan rutin diperlukan untuk menjaga kelancaran aliran air sekaligus mengurangi kemungkinan munculnya banjir dan genangan di berbagai kawasan.
“Pemeliharaan sungai dan saluran ini merupakan bagian dari upaya kita untuk mengantisipasi musim hujan. Pengerukan dilakukan agar aliran air lebih lancar sekaligus membantu mengurangi risiko banjir dan genangan di berbagai wilayah Kota Semarang,” ujarnya.
Untuk menunjang kesiapsiagaan menghadapi musim hujan, Pemkot Semarang melalui DPU turut menyiapkan berbagai peralatan operasional yang dibutuhkan dalam penanganan banjir.
Saat ini, tersedia 119 unit pompa dengan kapasitas gabungan mencapai 92.190 liter per detik atau setara sekitar 92,19 meter kubik per detik. Selain itu, terdapat 101 unit pompa portabel yang dapat digunakan untuk membantu mengatasi genangan secara langsung di lapangan.
Dukungan peralatan lainnya mencakup 66 unit dump truck dan 57 unit alat berat. Seluruh sarana tersebut digunakan untuk menunjang pemeliharaan sungai dan saluran serta mendukung pekerjaan infrastruktur yang berkaitan dengan pengendalian banjir.
Kesiapan peralatan menjadi bagian dari upaya menyeluruh dalam menghadapi musim hujan. Penanganan banjir tidak hanya bergantung pada kondisi infrastruktur, tetapi juga membutuhkan kesiapan operasional dan koordinasi antarlembaga berdasarkan tugas serta kewenangan masing-masing.
Di samping melakukan penanganan teknis, Agustina mengingatkan pentingnya keterlibatan masyarakat dalam menjaga kebersihan lingkungan, khususnya dengan tidak membuang sampah ke sungai maupun saluran air.
Sampah yang menumpuk dapat menyumbat aliran air sehingga memperbesar risiko terjadinya genangan, terutama ketika hujan deras mengguyur Kota Semarang. Oleh karena itu, upaya menjaga fungsi drainase perlu didukung kebiasaan masyarakat dalam mengelola sampah dengan baik.