“Semarang Great Event saya harapkan menjadi ruang bertemunya produk dengan pasar, pelaku usaha dengan konsumen, komunitas dengan ruang kreativitas, dan wisatawan dengan pengalaman baru,” kata Agustina.
Ketua KADIN Kota Semarang Arnaz Agung Andrarasmara menilai penyelenggaraan event berskala besar memiliki potensi memberikan manfaat ekonomi lintas sektor.
Menurut dia, ketika sebuah event berlangsung dengan baik, dampaknya tidak hanya dirasakan penyelenggara atau pelaku usaha yang terlibat langsung. Sektor perhotelan, kuliner, perdagangan, transportasi, hingga penjualan oleh-oleh juga berpeluang mengalami peningkatan aktivitas.
“Kalau event-nya jalan, hotel, restoran, toko oleh-oleh, transport, semua enggak ada yang sepi,” ujarnya.
Arnaz menilai SGE 2026 dapat memperkuat citra Semarang sebagai salah satu tujuan penyelenggaraan event di Jawa Tengah. Bertambahnya agenda di tingkat kota diharapkan mampu menarik kunjungan wisatawan dari berbagai daerah.
SGE 2026 digelar melalui kolaborasi Pemkot Semarang dan KADIN Kota Semarang bersama pelaku dunia usaha, sektor pariwisata, asosiasi, serta komunitas.
Sejumlah agenda dijadwalkan mengisi rangkaian kegiatan sepanjang Oktober. Di antaranya Semarang Cocoa Day, Central Java Health & Wellness Expo, Festival Dalang Anak dan Remaja, Semarang Hitz Market, serta PHRI Vaganza.
Agustina berharap berbagai kegiatan tersebut tidak hanya menjadi acara seremonial. Setiap event diharapkan dapat menciptakan transaksi, memperluas jaringan bisnis, serta membuka peluang ekonomi baru bagi masyarakat.
Melalui konsep festival kota yang berlangsung selama satu bulan, SGE 2026 diharapkan mampu mempertemukan potensi usaha lokal dengan pasar yang lebih luas sekaligus menghadirkan pengalaman berbeda bagi masyarakat dan wisatawan di Kota Semarang. (*)