Konten Semarang
Semarang

Agustina Wilujeng Minta Hasil Panen Warga Semarang Terserap Pasar

Agustina Wilujeng Minta pertanian terpadu Metode BSM di Semarang diarahkan ke pasar agar hasil panen warga terserap, memperkuat pangan

Agustina Wilujeng Minta pertanian terpadu Metode BSM di Semarang diarahkan ke pasar agar hasil panen warga terserap, memperkuat pangan
Agustina Wilujeng Minta pertanian terpadu Metode BSM di Semarang diarahkan ke pasar agar hasil panen warga terserap, memperkuat pangan

Agustina mengatakan, pengembangan pertanian perkotaan juga dapat memberikan manfaat dalam menjaga ketersediaan pangan. Langkah tersebut sekaligus menjadi salah satu upaya menghadapi perubahan kondisi yang sulit diprediksi.

Karena itu, ia meminta seluruh perangkat daerah terkait tidak bekerja secara terpisah. Kolaborasi diperlukan dalam menyiapkan pola pertanian terpadu yang dapat diterapkan sesuai wilayah masing-masing.

“Sekarang zamannya, collab, kolaborasi. Collab yang memiliki impact. Kolaborasi yang berdampak,” kata Agustina.

Menurut Agustina, kerja bersama antarpihak menjadi bagian penting karena program tersebut tidak berhenti pada pengelolaan lahan dan produksi pangan. Sistem yang dibangun juga harus mampu menghubungkan proses budidaya dengan penyerapan produk setelah panen.

Dengan pola tersebut, hasil panen warga terhubung ke pasar sehingga produk yang dihasilkan dari kegiatan pertanian, peternakan, maupun perikanan mempunyai jaringan penyerapan yang telah disiapkan.

Agustina berharap pola tersebut dapat menjadi cara baru dalam mengelola lahan produktif di Kota Semarang. Integrasi antara tanaman, ternak, dan perikanan diharapkan dapat berjalan beriringan dengan pembangunan jaringan pemasaran.

Ia kembali menekankan bahwa hasil produksi warga harus mendapatkan akses pasar. Kempling Semar menjadi salah satu jaringan yang disiapkan, selain kemungkinan penyerapan melalui jaringan pasar lainnya.

“BSM ini nanti memberi kita sebuah cara pandang yang baru terhadap cara pandang dalam pengelolaan lahan yang terintegrasi. Ternak, tanaman, perikanan, disambung kalau panen, nanti ke Kempling Semar, Pak Rahman, atau ke pasar manapun. Tapi ingat pokoknya, jangan sampai hasil panennya sia-sia,” pungkas Agustina.

Melalui Metode BSM, pengembangan lahan produktif di Kota Semarang diarahkan tidak hanya menghasilkan komoditas pertanian, peternakan, dan perikanan, tetapi juga memiliki skema pasar sehingga hasil panen masyarakat tidak terbuang dan dapat membuka peluang ekonomi.

Baca Juga Otomatis

Rekomendasi berdasarkan kategori dan tag berita ini.

Halaman 2 dari 2

Artikel Selanjutnya

Wali Kota Semarang Agustina Wilujeng Bangga Nurisa Raih Emas Panahan Asian Games
Semarang • 02 Oktober 2026

Agustina Wilujeng Bangga Nurisa Dian Ashrifah Raih Emas Panahan Asian Games

Rekomendasi Redaksi