"Kabar baiknya kedepan kita akan terapkan sistem cashless bisa menggunakan sistem QRIS untuk pengoperasian BRT listrik. Kita akan coba untuk penerapan koridor 1 dan 5," ujarnya.
Sementara itu, Kepala BLU UPTD Trans Semarang, Haris Setyo Yunanto, menyatakan keyakinannya bahwa pembaruan armada dapat membantu meningkatkan kinerja layanan sekaligus mendukung pencapaian target pendapatan pada 2026. Pendapatan yang ditargetkan untuk tahun ini mencapai Rp45,5 miliar.
"Sampai Oktober ini pencapaian pendapatan baru sekitar 45 persen. Kami optimis sampai akhir tahun nanti akan tercapai 100 persen dari target sebesar 45,5 miliar rupiah," katanya.
Pembaruan armada dan rencana digitalisasi pembayaran tersebut menjadi bagian dari upaya Trans Semarang dalam mengembangkan layanan angkutan umum.
Melalui langkah ini, pelayanan diharapkan semakin mudah diakses, efisien, dan mampu memenuhi kebutuhan mobilitas masyarakat. (*)