Konten Semarang
Semarang

Soal Sampah dan Perubahan Iklim, Agustina Bawa Pengalaman Semarang ke Forum Nasional

Agustina Wilujeng membawa pengalaman Semarang mengelola sampah dan menghadapi perubahan iklim sebagai masukan kebijakan nasional.

Soal Sampah dan Perubahan Iklim, Agustina Bawa Pengalaman Semarang ke Forum Nasional
Soal Sampah dan Perubahan Iklim, Agustina Bawa Pengalaman Semarang ke Forum Nasional

KONTENSEMARANG.COM – Berbagai pengalaman Kota Semarang dalam menangani persoalan lingkungan dan dampak perubahan iklim disampaikan Wali Kota Semarang Agustina Wilujeng dalam dua agenda nasional di Jakarta, Rabu-Kamis (16-17/9/2026).

Dalam forum tersebut, Agustina memaparkan sejumlah langkah yang dilakukan Semarang, mulai dari pengembangan pengolahan sampah menjadi energi hingga penanganan banjir dan rob yang menjadi tantangan bagi kota pesisir.

Menurut Agustina, pengalaman pemerintah daerah dalam menghadapi persoalan lingkungan secara langsung perlu menjadi pertimbangan dalam penyusunan kebijakan di tingkat nasional.

“Yang menghadapi dampak perubahan iklim setiap hari adalah masyarakat di daerah. Karena itu, pengalaman dan suara daerah harus menjadi bagian dari perumusan kebijakan nasional,” ujar Agustina.

Dalam Katadata Sustainability Action for the Future Economy (SAFE) 2026, Agustina menjelaskan perkembangan proyek Pengolahan Sampah Menjadi Energi Listrik (PSEL) di TPA Jatibarang, Semarang.

Fasilitas tersebut dirancang untuk mengolah sekitar 1.000 ton sampah setiap hari dan nantinya melayani kebutuhan Kota Semarang serta Kabupaten Kendal. Proyek ini juga telah menarik perhatian 85 investor global.

Meski demikian, Agustina menekankan bahwa keberadaan fasilitas PSEL tidak menghilangkan pentingnya kebiasaan memilah sampah dari sumbernya.

“Sampah jangan hanya dilihat sebagai beban kota. Kalau dikelola dari hulu sampai hilir, sampah bisa menjadi energi, menciptakan nilai ekonomi, sekaligus menjadi bagian dari solusi perubahan iklim,” katanya.

Ia menilai keterlibatan masyarakat dalam memilah sampah sejak dari rumah tetap menjadi fondasi penting. Hal serupa juga perlu dilakukan di lingkungan kampung, sekolah maupun komunitas.

“PSEL bukan alasan untuk berhenti memilah sampah. Justru kita harus semakin kuat mengelola sampah dari rumah, kampung, sekolah, dan komunitas,” tegasnya.

Baca Juga Otomatis

Rekomendasi berdasarkan kategori dan tag berita ini.

Halaman 1 dari 3

Artikel Selanjutnya

PLN Indonesia Power Tanam 1.000 Mangrove, Perkuat Ekosistem Pesisir Semarang
Semarang • 18 September 2026

PLN Indonesia Power Tanam 1.000 Mangrove, Perkuat Ekosistem Pesisir Semarang

Rekomendasi Redaksi