Agustina menilai persoalan perubahan iklim tidak dapat dilihat hanya dari sisi lingkungan. Dampak yang muncul juga berkaitan langsung dengan kehidupan serta sumber penghasilan masyarakat.
Karena itu, berbagai pengalaman Semarang dalam mengelola sampah dan menghadapi perubahan iklim diharapkan dapat menjadi bahan pembelajaran bagi daerah lain sekaligus memperkaya perspektif dalam penyusunan kebijakan nasional.
“Kota yang tangguh bukan hanya kota yang mampu menghadapi banjir, rob, atau kenaikan suhu, tetapi juga kota yang mampu menjaga lingkungan sekaligus melindungi sumber penghidupan masyarakatnya,” pungkas Agustina. (*)