Sinergi PKK, Posyandu, dan BKKBN Diperkuat untuk Wujudkan Keluarga Berkualitas di Jateng
KONTENSEMARANG.COM — Ketua Tim Penggerak PKK sekaligus Ketua Tim Pembina Posyandu Provinsi Jawa Tengah, Nawal Arafah Yasin, menjalin sinergi dengan Badan Kependudukan dan Keluarga Berencana Nasional (BKKBN) Jawa Tengah guna memperkuat program strategis pembangunan keluarga berkualitas.
Kolaborasi tersebut dilakukan melalui penjajakan kerja sama antara TP PKK, TP Posyandu, dan BKKBN yang memiliki kesamaan fokus dalam meningkatkan kualitas dan kesejahteraan keluarga.
Nawal menyampaikan, kesamaan arah program menjadi landasan penting untuk mengintegrasikan berbagai kegiatan agar lebih efektif dan memberikan dampak luas bagi masyarakat.
“Kami menjajaki kerja sama, sinergitas, kolaborasi dengan BKKBN, karena program antara PKK Posyandu dan BKKBN ini saling beririsan. Sehingga kami kemudian memetakan apa saja yang kemudian bisa dikolaborasikan,” kata dia, seusai menerima jajaran Perwakilan BKKBN Jateng di Rumah Dinas Wakil Gubernur Jateng, Kota Semarang, Kamis (2/4/2026).
Ia mencontohkan, dalam penanganan stunting serta penurunan Angka Kematian Ibu (AKI) dan Angka Kematian Bayi (AKB), TP PKK dan TP Posyandu memiliki program Kencan Bumil (Kenali dan Cek Kesehatan Ibu Hamil).
Sementara itu, BKKBN menjalankan sejumlah program seperti Genting (Gerakan Orang Tua Asuh Cegah Stunting), Dahsyat (Dapur Sehat Atasi Stunting), serta program Makan Bergizi Gratis (MBG) yang menyasar ibu hamil, ibu menyusui, dan balita non-PAUD.
“Mengenai layanan PAUD, mereka (BKKBN) punya program Tamasya (Taman Asuh Sayang Anak), kami punya program PAUD Emas di Posyandu,” ucap Nawal, yang juga Bunda PAUD Jateng.
Selain itu, sinergi juga akan menyasar pengasuhan anak di era digital.
Program Paaredi dari PKK Jateng dan Cilukba dari TP Posyandu akan dipadukan dengan Gerakan Ayah Teladan Indonesia (GATI) milik BKKBN.
Kerja sama ini juga mencakup upaya pencegahan perkawinan anak, perlindungan lansia, hingga layanan kesehatan mental bagi anak, perempuan, remaja, penyandang disabilitas, serta keluarga, sekaligus mendukung program Gubernur Jawa Tengah Ahmad Luthfi dan Wakil Gubernur Taj Yasin Maimoen.
Nawal juga menyoroti potensi kolaborasi layanan konsultasi keluarga berbasis digital milik BKKBN melalui platform BahteraCinta.id, yang dinilai dapat diperkuat dengan layanan kesehatan mental dari Posyandu.
“Inovasi ini menjadi sangat baik, terutama dengan adanya layanan konsultasi psikis yang ditangani langsung oleh psikolog, bukan AI,” ungkapnya.
Kepala Perwakilan BKKBN Jawa Tengah, Rusman Efendi, menyambut positif rencana sinergi tersebut.
Ia berharap kolaborasi ini mampu meningkatkan efektivitas program pembangunan keluarga di Jawa Tengah.
“Audiensi ini untuk mengolaborasikan kegiatan di BKKBN, dengan PKK dan Posyandu. Dengan perpaduan program, diharapkan nanti pembangunan keluarga di Jawa Tengah akan berdampak lebih dahsyat lagi,” harap Rusman. (*)
redaksi