Terowongan Bawah Tol di Semarang Langganan Banjir, DPRD Minta Jasa Marga Pasang Pompa
Terowongan penghubung Muktiharjo Kidul–Siwalan Semarang kerap banjir saat hujan. DPRD minta Jasa Marga pasang pompa air.
KONTENSEMARANG.COM – Terowongan jalan alternatif yang menghubungkan Kelurahan Muktiharjo Kidul, Kecamatan Pedurungan dengan Kelurahan Siwalan, Kecamatan Gayamsari, kembali menuai keluhan warga. Setiap hujan turun dengan intensitas sedang hingga lebat, terowongan yang berada di bawah Jalan Tol Semarang Seksi C itu hampir selalu tergenang air.
Kondisi tersebut membuat akses penghubung dua kecamatan itu lumpuh total. Kendaraan roda dua maupun roda empat tidak dapat melintas, sehingga warga terpaksa mencari jalur lain yang jaraknya lebih jauh, seperti melalui Jalan Sukarno Hatta atau kawasan Kaligawe. Ironisnya, dua jalur alternatif tersebut juga kerap terdampak banjir.
Persoalan ini mendapat perhatian serius dari DPRD Kota Semarang. Anggota Komisi C DPRD Kota Semarang, Nunung Sriyanto, meminta pengelola jalan tol, yakni Jasa Marga, ikut turun tangan membantu menyelesaikan masalah banjir yang terjadi di terowongan tersebut.
Saat dihubungi, Nunung mengungkapkan bahwa keluhan warga sudah berulang kali ia terima. “Akhir pekan lalu kan hujan lebat, warga lapor ke saya, setelah dicek memang kondisinya memprihatinkan,” ujar Nunung Sriyanto.
Menurutnya, genangan air di terowongan itu bisa mencapai ketinggian sekitar 80 sentimeter. Dengan kondisi tersebut, jalur sama sekali tidak bisa dilalui, baik oleh sepeda motor maupun mobil kecil. “Jalur tersebut sangat penting karena memudahkan warga Muktiharjo Kidul dan Tlogosari Kulon yang akan ke kota,” katanya.
Nunung menilai solusi penanganan sebenarnya tidak terlalu rumit. Salah satu langkah yang dinilai efektif adalah pemasangan pompa air untuk mengantisipasi genangan saat hujan turun. “Saya kira kalau cuma memasang pompa dan menata drainase sekitar situ, Jasa Marga pasti bisa,” katanya.
Ia juga menepis opsi peninggian lantai terowongan. Menurut wakil rakyat dari Partai Gerindra tersebut, ketinggian terowongan saat ini sudah sangat terbatas. Jika lantai dinaikkan, justru dikhawatirkan akan mengganggu kenyamanan dan keselamatan pengguna jalan.
Karena itu, ia berharap ada sinergi antara Pemerintah Kota Semarang dan pengelola jalan tol dalam mengatasi persoalan banjir di kawasan tersebut. Nunung pun mengapresiasi berbagai upaya yang telah dilakukan Pemkot Semarang selama ini. “Pemkot sudah bekerja dengan optimal, seperti peninggian Jembatan Nogosostro Tlogosari, pelebaran akses Kali Tenggang dan lain sebagainya, saya sampaikan terima kasih, karena membantu warga terhindar dari banjir,” katanya. (*)
kontensemarang