Tentu saja, optimalisasi metode ini wajib dibarengi oleh tata kelola organisasi yang rapi, Standar Operasional Prosedur (SOP) yang tegas, infrastruktur digital, serta budaya kerja yang berpusat pada pelanggan.
’’Dengan demikian, setiap keluhan bukan hanya diselesaikan, melainkan juga menjadi dasar perbaikan pelayanan secara berkelanjutan,’’ tuturnya.
Di akhir penjelasannya, ia menyebut bahwa perpaduan antara teknologi clustering (pengelompokan) dan metode HEAT dapat membuat sistem penanganan keluhan berjalan jauh lebih cepat, konsisten, dan terstruktur.
Walau masih butuh penyempurnaan, sistem ini menyimpan potensi besar untuk mendorong efektivitas layanan dan mempercepat transformasi digital di ranah pelayanan publik. (*)