“Konsepnya teknologi ramah lingkungan. Teknologinya apa nanti berdasarkan kajian dari Danantara. Tapi kemungkinan besar memang teknologi termal karena yang paling cepat menghabiskan sampah saat ini teknologi termal,” jelasnya.
Ia menambahkan, teknologi termal memiliki sejumlah metode yang dapat diterapkan, seperti insinerator, pirolisis, maupun plasma.
Ketiga metode tersebut memanfaatkan panas untuk mengubah sampah menjadi energi yang dapat dimanfaatkan sebagai sumber listrik.
Selain memberikan solusi terhadap peningkatan volume sampah, proyek PSEL juga diharapkan dapat memperkuat ketahanan energi melalui pemanfaatan sampah sebagai sumber energi terbarukan.
“Kalau tidak salah, informasi terakhir dari Danantara, nilai investasi atau anggaran untuk pembangunan PSEL sekitar Rp3 triliun,” pungkasnya. (*)