Selain menyampaikan pesan keluarga, gala premiere ini juga menjadi gambaran berkembangnya industri kreatif di Kota Semarang. Kota ini dinilai semakin terbuka sebagai ruang berkarya bagi para sineas untuk menghadirkan film-film yang dekat dengan kehidupan masyarakat.
Agustina menegaskan bahwa Pemerintah Kota Semarang berkomitmen mendukung pertumbuhan ekosistem kreatif, termasuk industri perfilman yang memiliki peran penting dalam menyebarkan nilai-nilai positif sekaligus memperkenalkan potensi daerah kepada masyarakat luas.
"Semarang tidak hanya ingin dikenal sebagai kota yang maju secara fisik, tetapi juga sebagai kota yang memberi ruang bagi lahirnya karya-karya kreatif yang menginspirasi. Kami ingin Semarang menjadi rumah yang nyaman bagi para sineas untuk bercerita, berkarya, dan menyampaikan pesan-pesan positif kepada masyarakat," tegasnya.
Menurut Agustina, pembangunan kota tidak hanya diukur dari kemajuan infrastruktur maupun pertumbuhan ekonomi. Kekuatan keluarga, budaya, dan kepedulian sosial juga menjadi fondasi penting dalam membangun peradaban yang lebih baik.
"Ketahanan kota berawal dari ketahanan keluarga. Dan dalam keluarga, ibu sering menjadi fondasi utama yang menjaga kasih sayang, pendidikan karakter, dan nilai-nilai kehidupan. Karena itu, memuliakan ibu sesungguhnya adalah bagian dari membangun peradaban," ujarnya.
Menutup kegiatan tersebut, Agustina mengajak masyarakat untuk menjadikan pesan dalam film sebagai pengingat dalam kehidupan sehari-hari dengan meluangkan waktu untuk menghubungi, mengunjungi, maupun mendengarkan cerita orang tua.
"Semoga ketika meninggalkan bioskop malam ini, kita tidak hanya membawa kesan tentang filmnya. Kita membawa pulang kesadaran bahwa kasih sayang orang tua tidak pernah habis. Dan sudah sepatutnya kita membalasnya dengan cinta, perhatian, dan kehadiran yang tulus," pungkasnya.