Konten Semarang
Semarang

Agustina Apresiasi Peran Karang Taruna Banyumanik dalam Melestarikan Budaya Jaranan

Agustina mengapresiasi Karang Taruna Banyumanik yang turut melestarikan budaya jaranan di Kota Semarang.

KONTENSEMARANG.COMWali Kota Semarang Agustina Wilujeng kembali menegaskan dukungannya terhadap pelestarian budaya lokal sebagai bagian penting dalam pembangunan kota yang berkarakter dan berlandaskan kebersamaan masyarakat.

Pernyataan tersebut disampaikan saat menghadiri Pentas Seni Budaya Jaranan yang diselenggarakan Karang Taruna Kelurahan Banyumanik di Lapangan Parikesit, Banyumanik, Minggu (14/6).

Dalam kegiatan itu, Agustina memberikan apresiasi kepada generasi muda yang aktif terlibat dalam menjaga dan meneruskan tradisi budaya daerah.

“Kota yang maju bukan hanya kota yang membangun fisiknya, tetapi juga kota yang mampu menjaga akar budayanya. Saya bangga melihat anak-anak muda Banyumanik mau terlibat langsung untuk uri-uri budaya dan meneruskannya kepada generasi berikutnya,” ujar Agustina.

Pentas budaya yang digelar untuk menyambut Tahun Baru Islam 1448 Hijriah tersebut menampilkan sejumlah kelompok seni lokal, yakni Kridho Restu Bawono, Siswa Teguh Mbangun Budoyo, dan Langen Mudo Budoyo.

Menurut Agustina, keterlibatan komunitas seni setempat menjadi bukti bahwa budaya dapat terus berkembang apabila dirawat bersama oleh masyarakat.

Ia menilai keberadaan ruang-ruang budaya di lingkungan kampung perlu terus dijaga dan diperkuat karena menjadi sarana menumbuhkan nilai gotong royong, kebersamaan, serta kecintaan terhadap daerah.

Partisipasi anak-anak dan generasi muda dalam kegiatan budaya juga dinilai penting untuk menjaga keberlanjutan tradisi di masa mendatang.

“Anak-anak yang hari ini melihat, belajar, dan ikut terlibat dalam kegiatan budaya nantinya akan menjadi generasi yang melanjutkan tradisi ini. Karena itu ruang-ruang budaya seperti ini harus terus kita jaga,” katanya.

Pada kesempatan tersebut, Agustina juga menyampaikan bahwa Bantuan Operasional Penyelenggaraan (BOP) sebesar Rp25 juta per RT per tahun mulai dapat dicairkan pada Juni 2026.

Ia menjelaskan, dana tersebut dapat dimanfaatkan sesuai hasil musyawarah warga, termasuk untuk mendukung kegiatan sosial dan budaya.

Menurutnya, BOP tidak hanya difokuskan pada program ketahanan pangan maupun lingkungan hidup, tetapi juga dapat digunakan untuk memperkuat aktivitas kemasyarakatan yang berdampak langsung bagi warga.

“Kalau warga sepakat untuk kegiatan budaya, pentas seni, atau kegiatan kemasyarakatan lainnya, silakan. Yang penting direncanakan bersama dan manfaatnya dirasakan bersama. Pemerintah hadir memberi ruang, sementara keputusan terbaik tetap lahir dari warga,” tegasnya.

Agustina menambahkan, pembangunan Kota Semarang membutuhkan keterlibatan aktif masyarakat, baik dalam menjaga lingkungan, memperkuat solidaritas sosial, maupun melestarikan budaya sebagai identitas daerah.

Selain menghadiri pentas seni, ia juga mengajak masyarakat untuk menjaga dan memanfaatkan Lapangan Parikesit sebagai ruang publik yang mendukung berbagai kegiatan olahraga, sosial, dan kebudayaan.

“Semarang akan menjadi kota yang semakin hebat jika ruang-ruang publiknya hidup, budayanya tumbuh, dan warganya terus bergerak bersama membangun lingkungan masing-masing,” pungkasnya. (*)

Menampilkan semua halaman artikel.