Konten Semarang
Semarang

Agustina Pastikan Layanan Damkar Tetap Optimal, Kesiapan Armada Diperkuat

Wali Kota Semarang jamin layanan Damkar tetap optimal meski ada pergeseran anggaran BBM. Kesiapsiagaan turut diperkuat 3 armada baru.

Agustina Pastikan Layanan Damkar Tetap Optimal, Kesiapan Armada Diperkuat
Agustina Pastikan Layanan Damkar Tetap Optimal, Kesiapan Armada Diperkuat

KONTENSEMARANG.COM – Pemerintah Kota (Pemkot) Semarang memastikan pelayanan pemadam kebakaran (Damkar) tetap berjalan maksimal meski sempat terjadi pemotongan alokasi anggaran Bahan Bakar Minyak (BBM) armada secara sepihak oleh Dinas Damkar

Sebagai bentuk komitmen terhadap keselamatan warga, Pemkot juga telah menambah tiga armada baru yang akan beroperasi pada akhir Juli 2026.

Plt Kepala Bappeda Kota Semarang, Sugeng Hartanto, mengungkapkan bahwa Tim Anggaran Pemerintah Daerah (TAPD) sejatinya telah mengalokasikan anggaran pemeliharaan dan BBM untuk 17 unit mobil Damkar pada APBD 2026.

Namun, pada saat penyusunan Dokumen Pelaksanaan Anggaran (DPA) 2026, Dinas Damkar justru memangkas alokasi BBM tersebut menjadi hanya untuk 10 armada dan mengalihkan sisanya ke pos belanja lain.

"Seharusnya hal itu tidak dilakukan oleh dinas karena berpotensi menghambat pelayanan ketika terjadi kebakaran. Kami mengapresiasi keberhasilan Dinas Damkar dalam melakukan sosialisasi kepada masyarakat sehingga tren kejadian kebakaran di Kota Semarang terus menurun. Namun, alokasi BBM kendaraan tetap harus dijaga karena berkaitan langsung dengan layanan yang vital," jelas Sugeng, Sabtu (25/7/2026).

Sugeng menegaskan bahwa permasalahan BBM untuk sisa armada tersebut dapat diatasi tanpa harus mengajukan Belanja Tidak Terduga (BTT).

Hal ini mengingat serapan anggaran pemeliharaan kendaraan operasional Dinas Damkar hingga 22 Juli 2026 baru mencapai Rp568,7 juta (46,40%) dari total Rp1,22 miliar.

"Kalau lima unit armada saat ini belum mendapatkan alokasi BBM karena anggarannya dialihkan oleh dinas pada saat penyusunan DPA 2026, dapat dilakukan pergeseran anggaran secara internal dari sisa anggaran yang masih tersedia. Tidak perlu mengajukan Belanja Tidak Terduga (BTT) karena saat ini masih terdapat sisa anggaran dan tidak sedang terjadi kondisi kedaruratan di Kota Semarang," tambahnya.

Menurunnya serapan anggaran operasional ini juga sejalan dengan tren penurunan kasus kebakaran di Kota Semarang.

Tercatat terdapat 489 kasus pada 2023, 341 kasus pada 2024, 282 kasus pada 2025, dan hanya 192 insiden hingga Juli 2026.

Baca Juga Otomatis

Rekomendasi berdasarkan kategori dan tag berita ini.

Halaman 1 dari 2

Artikel Selanjutnya

Proyek PSEL Nasional Hadir di Semarang, Lahan 6 Hektare Disiapkan
Semarang • 25 Juli 2026

Proyek PSEL Nasional Hadir di Semarang, Lahan 6 Hektare Disiapkan

Rekomendasi Redaksi