Agustina juga menekankan bahwa Semarang Utara masih menjadi fokus perhatian pemerintah kota karena terdapat sejumlah titik rawan sanitasi dan stunting.
Ia pun mengajak jajaran Dinas Pekerjaan Umum, Perkim, dan DLH untuk meninjau potensi perbaikan lingkungan di wilayah tersebut.
“Kami melihat Sanimas bukan sekadar pembangunan fisik, melainkan juga gerakan sosial untuk membangun kesadaran masyarakat akan pentingnya sanitasi. Kebersihan adalah fondasi kesehatan,” tegasnya.
Di sisi lain, Herviano menegaskan komitmennya untuk terus memperjuangkan kebutuhan dasar masyarakat, khususnya di bidang sanitasi.
“Kota Semarang mendapat puluhan titik bantuan sesuai kebutuhan pemerintah kota. Ke depan, kami akan terus bersinergi agar program ini diperluas dan memberi manfaat lebih banyak,” ungkapnya.
Dalam kunjungan tersebut, rombongan meninjau beberapa titik di Kelurahan Purwosari yang menerima bantuan 31 unit sanitasi, dengan 3–4 titik dijadikan sampel kunjungan.
Hadir pula sejumlah pejabat dan mitra kerja Komisi V DPR RI, termasuk DPRD Kota Semarang, Camat Semarang Utara, Lurah Purwosari, serta perwakilan dari BPBPK Jawa Tengah, Balai Jalan Nasional, PPK Sanimas Jawa Tengah, BMKG Tanjung Emas, dan KSOP Tanjung Emas.
Melalui program Sanimas yang terus dikembangkan bersama pemerintah pusat, Pemkot Semarang berharap seluruh warga di kawasan padat penduduk dapat menikmati akses sanitasi yang layak, lingkungan yang bersih, serta kualitas hidup yang lebih baik.