Ia menambahkan, pembangunan infrastruktur di Jawa Tengah terus menunjukkan perkembangan positif.
Bahkan tingkat kemantapan jalan di provinsi tersebut disebut telah mencapai sekitar 97 persen dan mendapat apresiasi dari pemerintah pusat.
Meski begitu, Setya menyebut wilayah selatan Jawa Tengah masih perlu perhatian lebih karena beberapa daerahnya masih memiliki tingkat kemiskinan yang cukup tinggi.
Menurutnya, pengembangan sektor pariwisata dan ekonomi syariah dapat menjadi salah satu solusi untuk mempercepat peningkatan kesejahteraan masyarakat di wilayah tersebut.
Ia berharap pembangunan antara wilayah utara dan selatan Jawa Tengah dapat berjalan lebih seimbang.
Kolaborasi antara pemerintah provinsi, pemerintah daerah, DPRD, dan seluruh pemangku kepentingan dinilai menjadi faktor penting dalam mewujudkan pemerataan pembangunan.
“DPRD Jateng berharap ada keseimbangan Jawa Tengah selatan dan utara. Ini adalah upaya kita bersama. Semoga kita betul-betul bisa menjalankan ngopeni dan ngelakoni,” katanya. (*)