Selain itu, pengembangan kawasan industri seperti KITB Batang dan Kawasan Industri Kendal dinilai mampu menciptakan pusat-pusat ekonomi baru.
Pemerintah provinsi juga mendorong konektivitas antarwilayah, mulai dari Soloraya, Semarang Raya, Pati Raya, hingga Banyumas Raya, demi pemerataan pertumbuhan ekonomi.
Menjawab tren global menuju ekonomi hijau, Luthfi memperkenalkan program Rengganis Pintar (Revitalisasi Green Industry untuk Peningkatan Ekspor Jawa Tengah).
Program ini diharapkan mampu meningkatkan daya saing industri berkelanjutan sekaligus menarik minat pasar internasional.
“Uni Eropa dan negara lain tertarik karena kita sudah mulai menerapkan konsep ekonomi hijau. Ini peluang besar yang harus kita manfaatkan,” tegasnya.
Ia menutup dengan ajakan kepada pelaku usaha untuk memanfaatkan momentum ini. “Tugas saya seperti manajer marketing, memasarkan Jawa Tengah ke dunia. Saya ingin semua tahu bahwa Jawa Tengah siap bersaing,” katanya disambut tepuk tangan peserta.