Sementara pada lahan yang mengalami keterbatasan pasokan air, pemerintah mengandalkan sistem irigasi perpompaan dan perpipaan. Langkah tersebut ditujukan untuk menjaga ketersediaan air sekaligus menekan potensi puso.
Dengan berbagai intervensi tersebut, pemerintah berharap produktivitas pertanian tetap terjaga meski petani menghadapi ancaman kekeringan.
Di Jawa Tengah sendiri terdapat sekitar 242.826 hektare sawah tadah hujan dan 530.748 hektare sawah irigasi.
Penanganan terhadap sawah tadah hujan dilakukan melalui sistem irigasi perpompaan, sedangkan lahan sawah irigasi diperkuat dengan optimalisasi jaringan irigasi tersier.
"Kita juga upayakan untuk menjaga dan mempertahankan sawah petani agar tidak beralih fungsi," ucap Luthfi.
Dalam kesempatan tersebut, sejumlah kelompok tani di Kabupaten Pemalang turut menyampaikan berbagai persoalan yang mereka hadapi kepada Gubernur Ahmad Luthfi.
Keluhan yang disampaikan antara lain berkaitan dengan pendangkalan sungai dan saluran irigasi, kondisi jalan usaha tani, hingga kebutuhan benih padi dengan kualitas yang lebih baik.
Menanggapi persoalan tersebut, Luthfi menyampaikan bahwa pengerukan sedimentasi di sungai maupun saluran irigasi akan diusulkan melalui anggaran 2027. Sementara perbaikan jalan usaha tani disebut telah masuk dalam prioritas dan akan segera ditindaklanjuti.
"Untuk penanganan pendangkalan juga perlu koordinasi dengan pihak terkait termasuk bupati-walikota," jelasnya. (*)