KONTENSEMARANG.COM – Guna mencegah terjadinya musibah kebakaran di Tempat Pemrosesan Akhir (TPA) Jatibarang selama musim kemarau 2026, Pemerintah Kota Semarang melalui kolaborasi Dinas Lingkungan Hidup (DLH) dan Dinas Pemadam Kebakaran (Damkar) mengintensifkan proses pendinginan.
Penyemprotan air difokuskan pada zona-zona aktif pembuangan sampah yang rawan memunculkan titik api akibat lonjakan suhu udara yang kian mengering.
Kepala DLH Kota Semarang, Glory Nasarani, menjelaskan bahwa rutinitas penyemprotan air ini kini dipercepat menjadi dua hari sekali. Keputusan ini didorong oleh kondisi cuaca kemarau yang membutuhkan penanganan lebih ekstra.
"Awalnya pendinginan direncanakan satu minggu sekali, tetapi melihat kondisi di lapangan kami bersama Damkar sepakat meningkatkan frekuensinya menjadi dua hari sekali sebagai langkah antisipasi," ujar Glory, Jumat (17/7/2026).
Proses pendinginan secara berkala ini diarahkan pada zona-zona yang rentan menghasilkan panas dari proses dekomposisi sampah, seperti zona 1 dan zona 2 yang baru-baru ini telah disemprot.
Sinergi kedua instansi ini merupakan wujud nyata kesiapsiagaan Pemkot Semarang dalam menjaga stabilitas operasional TPA dan melindungi lingkungan sekitar dari ancaman kebakaran.
"Kami berupaya menjaga agar tidak muncul titik api. Karena itu pendinginan dilakukan pada siang hari ketika suhu sedang tinggi sehingga hasilnya lebih optimal," jelasnya.
Glory menekankan bahwa suplai air dalam jumlah besar dari pihak Damkar sangat krusial agar proses ini dapat berjalan secara berkelanjutan.
Di samping upaya teknis, DLH juga mengeluarkan imbauan tegas kepada warga di sekitar kawasan TPA Jatibarang agar tidak melakukan pembakaran sampah secara terbuka.
Embusan angin dikhawatirkan dapat menerbangkan sisa bara api ke tumpukan sampah yang mengering.
"Kami berharap masyarakat ikut menjaga TPA Jatibarang dengan tidak membakar sampah di sekitar lokasi. Pencegahan menjadi langkah paling efektif untuk menghindari kebakaran saat musim kemarau," kata Glory.
Melalui kerja sama yang erat dengan Damkar dan partisipasi aktif dari masyarakat, DLH optimistis risiko kebakaran di TPA Jatibarang dapat dicegah semaksimal mungkin, sehingga layanan pengelolaan persampahan di Kota Semarang tetap aman dan kondusif sepanjang musim kemarau. (*)