Tak hanya itu, Heri turut mendorong koordinasi antarinstansi, seperti dinas kesehatan, peternakan dan perhubungan, agar upaya pencegahan berjalan terpadu.
Ia menilai pengawasan di pintu masuk wilayah, termasuk bandara dan pelabuhan, perlu diiringi dengan edukasi yang tidak menimbulkan kepanikan.
“Kewaspadaan harus dibangun tanpa menimbulkan ketakutan berlebihan. Yang penting adalah kesiapan dan kejelasan informasi,” tegasnya.
Heri juga mengajak masyarakat untuk berperan aktif menjaga kesehatan diri dan lingkungan.
Mulai dari mengonsumsi makanan yang aman, menjaga kebersihan, hingga segera memeriksakan diri ke fasilitas kesehatan jika mengalami gejala yang tidak biasa.
Menurutnya, pengalaman menghadapi pandemi sebelumnya menjadi pelajaran penting bahwa kesehatan publik membutuhkan kolaborasi antara pemerintah dan masyarakat.
“Ketahanan kesehatan tidak bisa dibangun oleh pemerintah saja. Kesadaran warga adalah kunci,” pungkas Heri. (*)