Konten Semarang
Regional

Difasilitasi Mudik Gratis, Inilah Wujud Terima Kasih Unik Pedagang Bakso kepada Gubernur Ahmad Luthfi

Pedagang bakso memberi hadiah sebungkus bakso kepada Gubernur Ahmad Luthfi saat Mudik Gratis Jateng 2026 sebagai ungkapan terima kasih.

Sudah 25 Tahun Merantau

Saat ditemui di lokasi, Lulik menceritakan perjalanan hidupnya selama merantau di Jakarta. Ia datang ke ibu kota sejak lulus sekolah mengikuti orang tuanya yang lebih dulu mencari nafkah di sana.

Awalnya ia sempat bekerja serabutan sambil membantu orang tuanya berjualan bakso. Setelah menikah pada 2012, ia memutuskan untuk membuka usaha sendiri dengan berjualan bakso keliling, sementara istrinya berjualan jamu keliling.

"Hampir 25 tahun jualan. Dulu ikut orangtua di sini, terus sempat kerja, terus mulai jualan bakso sendiri setelah menikah pada tahun 2012," ujar Lulik.

Dari usaha tersebut, Lulik memperoleh penghasilan kotor sekitar Rp5 juta setiap bulan. Pendapatan itu masih harus dipotong berbagai kebutuhan seperti biaya bahan baku, kontrakan rumah, serta kebutuhan sehari-hari.

Ia mengungkapkan biaya kontrakan rumah yang ia tempati bersama keluarga mencapai Rp800 ribu per bulan. Jika ditambah kebutuhan makan, listrik, dan air, total pengeluaran bulanan bisa mencapai sekitar Rp1 juta.

"Kontrakan per bulan Rp800 ribu, kalau ditambah biaya makan, listrik, dan air ya total sebulan bisa sampai Rp1 juta," ungkapnya.

Di tengah penghasilan yang terbatas, ia tetap berusaha menyisihkan uang untuk biaya sekolah anak. Ketika musim Lebaran tiba, pengeluaran keluarga biasanya meningkat karena harus membeli tiket pulang ke kampung halaman di Karanganyar.

Harga tiket bus saat Lebaran bahkan bisa mencapai Rp600 ribu per orang.

"Mudik gratis ini sangat membantu sekali buat saya sekeluarga. Sudah ikut program ini dari 2016 kalau nggak salah. Dari dulu daftarnya masih antre di Kantor Badan Penghubung Jawa Tengah sampai sekarang bisa daftar lewat aplikasi Jateng Ngopeni Nglakoni (JNN)," ujarnya.

Halaman 2 dari 3