KONTENSEMARANG.COM – Dinas Kesehatan (Dinkes) Kota Semarang terus mendorong masyarakat untuk lebih aktif beraktivitas fisik melalui inovasi Gerakan Masyarakat Mlaku Sehat (Gemas).
Program ini digencarkan sebagai upaya menekan risiko meningkatnya penyakit tidak menular di tengah masyarakat.
Kepala Dinas Kesehatan Kota Semarang, M. Abdul Hakam, menjelaskan program tersebut dilatarbelakangi hasil Cek Kesehatan Gratis (CKG) yang menunjukkan sekitar 94 persen masyarakat masih minim aktivitas fisik.
Menurutnya, kondisi itu perlu menjadi perhatian karena kurang bergerak dapat memicu berbagai penyakit tidak menular seperti hipertensi, diabetes melitus, obesitas, penyakit jantung, hingga gangguan kesehatan mental.
“Mlaku sehat bukan hanya olahraga, tetapi menjadi budaya hidup sehat masyarakat Kota Semarang. Gemas diharapkan mampu menggerakkan seluruh lapisan masyarakat agar lebih aktif bergerak demi kualitas hidup yang lebih baik,” kata Hakam, Sabtu, 9 Mei 2026.
Ia menyebut, program Gemas memiliki sejumlah tujuan utama, mulai dari mencegah penyakit tidak menular, mengurangi stres dan risiko depresi, hingga meningkatkan produktivitas masyarakat dan kualitas hidup warga.
Selain itu, program tersebut juga diharapkan mampu menekan beban biaya kesehatan sekaligus mendukung terciptanya lingkungan yang sehat dan aktif.
“Gemas ini juga menjadi pengembangan dari program aktivitas fisik dan pengendalian obesitas yang kmai jalankan sejak tahun 2023,” bebernya.
Hakam menjelaskan, upaya peningkatan aktivitas fisik sebenarnya telah dimulai sejak 2023 melalui inovasi Valas (Virtual Activity Link Semarang Sehat).
Program itu memanfaatkan aplikasi penghitung langkah dengan target minimal 4.000 langkah per hari.