Menurut Indriyasari, keikutsertaan peserta dari berbagai wilayah dan negara akan semakin memperkuat Festival Kota Lama sebagai ruang interaksi lintas budaya.
Tema Unity in Diversity diharapkan menjadi pesan bahwa keberagaman dapat menjadi kekuatan dalam sebuah perhelatan budaya.
Selain festival, Pemkot Semarang juga menyiapkan Kirab Dugder untuk menyambut tamu MTQ Nasional. Konsep kirab dibuat lebih sederhana dengan mengambil rute dari kawasan Kauman menuju Kota Lama.
"Karena menyambut tamu MTQ Nasional, akan ada Kirab Dugder untuk mengenang tradisi Dugder. Konsepnya lebih kecil, mulai dari Kauman sampai kawasan Kota Lama," jelas Indriyasari.
Sejumlah agenda lain juga akan mengisi rangkaian Festival Kota Lama. Pertunjukan Wayang on the Street, misalnya, akan diawali dengan kirab sebelum pementasan dimulai.
Sementara itu, Pasar Malam Sentiling menjadi wadah bagi pengunjung untuk menikmati beragam kuliner sekaligus menyaksikan atraksi di lingkungan bangunan bersejarah Kota Lama.
Indriyasari menilai Festival Kota Lama dapat menjadi salah satu penguat sektor pariwisata di Kota Semarang. Terlebih, kawasan Kota Lama telah memiliki daya tarik tersendiri dan tetap ramai dikunjungi meski tanpa adanya festival.
"Kita tahu Kota Lama tanpa festival saja sudah ramai dan masyarakat sudah antusias. Karena itu, kita ingin mereka menikmati festival ini sekaligus menunjukkan bahwa Semarang bisa menjadi tuan rumah yang baik," ujarnya.
Ia berharap seluruh rangkaian kegiatan dapat berlangsung aman dan tertib, mengingat festival digelar bersamaan dengan meningkatnya aktivitas wisata serta kedatangan tamu MTQ Nasional.
"Kita ingin menyajikan atraksi yang menarik dari Kota Semarang. Harapannya para tamu dan wisatawan bisa ikut menikmati, sehingga mereka melihat bahwa Semarang memang berbeda dan spesial," katanya.