KONTENSEMARANG.COM — Kawasan Kota Lama Semarang akan menjadi salah satu pusat kegiatan budaya sepanjang September 2026. Pemerintah Kota Semarang memperpanjang pelaksanaan Festival Kota Lama sebagai bagian dari upaya menyambut wisatawan sekaligus tamu Musabaqah Tilawatil Quran (MTQ) Nasional XXXI.
Melalui Dinas Kebudayaan dan Pariwisata (Disbudpar), Festival Kota Lama 2026 dijadwalkan berlangsung pada 4-20 September 2026 dengan mengangkat tema Unity in Diversity.
Kepala Disbudpar Kota Semarang Indriyasari menjelaskan, durasi penyelenggaraan tahun ini dibuat lebih panjang dibandingkan tahun-tahun sebelumnya.
Langkah tersebut dilakukan untuk menghadirkan lebih banyak pilihan hiburan dan atraksi bagi masyarakat maupun para tamu yang berkunjung ke Semarang.
"Alhamdulillah Festival Kota Lama akan kembali kita gelar tahun ini. Rangkaiannya cukup panjang karena kita juga menyambut tamu-tamu MTQ Nasional yang mulai dilaksanakan pada 11 September," ujar Indriyasari.
Beragam kegiatan telah disiapkan dengan menggabungkan unsur seni tradisional, musik, kuliner, serta wisata di kawasan cagar budaya.
Festival tidak hanya berfokus pada satu pertunjukan utama, tetapi menghadirkan sejumlah agenda yang tersebar dalam rangkaian acara.
Beberapa di antaranya yakni Pasar Malam Sentiling, Heritage Walk, Orchestra on the Street, Jazz Kota Lama, Festival Folklore, hingga Wayang on the Street.
Khusus rangkaian folklor, Disbudpar menyiapkan sekitar 40 penampil seni budaya yang akan tampil selama dua hari. Pesertanya berasal dari berbagai daerah, termasuk dari luar negeri.
"Untuk folklor sudah terdaftar kurang lebih 40 penampil yang akan kita tampilkan selama dua hari. Bahkan dari Malaysia juga sudah mendaftar untuk ikut bergabung," katanya.
Menurut Indriyasari, keikutsertaan peserta dari berbagai wilayah dan negara akan semakin memperkuat Festival Kota Lama sebagai ruang interaksi lintas budaya.
Tema Unity in Diversity diharapkan menjadi pesan bahwa keberagaman dapat menjadi kekuatan dalam sebuah perhelatan budaya.
Selain festival, Pemkot Semarang juga menyiapkan Kirab Dugder untuk menyambut tamu MTQ Nasional. Konsep kirab dibuat lebih sederhana dengan mengambil rute dari kawasan Kauman menuju Kota Lama.
"Karena menyambut tamu MTQ Nasional, akan ada Kirab Dugder untuk mengenang tradisi Dugder. Konsepnya lebih kecil, mulai dari Kauman sampai kawasan Kota Lama," jelas Indriyasari.
Sejumlah agenda lain juga akan mengisi rangkaian Festival Kota Lama. Pertunjukan Wayang on the Street, misalnya, akan diawali dengan kirab sebelum pementasan dimulai.
Sementara itu, Pasar Malam Sentiling menjadi wadah bagi pengunjung untuk menikmati beragam kuliner sekaligus menyaksikan atraksi di lingkungan bangunan bersejarah Kota Lama.
Indriyasari menilai Festival Kota Lama dapat menjadi salah satu penguat sektor pariwisata di Kota Semarang. Terlebih, kawasan Kota Lama telah memiliki daya tarik tersendiri dan tetap ramai dikunjungi meski tanpa adanya festival.
"Kita tahu Kota Lama tanpa festival saja sudah ramai dan masyarakat sudah antusias. Karena itu, kita ingin mereka menikmati festival ini sekaligus menunjukkan bahwa Semarang bisa menjadi tuan rumah yang baik," ujarnya.
Ia berharap seluruh rangkaian kegiatan dapat berlangsung aman dan tertib, mengingat festival digelar bersamaan dengan meningkatnya aktivitas wisata serta kedatangan tamu MTQ Nasional.
"Kita ingin menyajikan atraksi yang menarik dari Kota Semarang. Harapannya para tamu dan wisatawan bisa ikut menikmati, sehingga mereka melihat bahwa Semarang memang berbeda dan spesial," katanya.
Festival Kota Lama 2026 juga tercatat sebagai bagian dari agenda pariwisata tingkat nasional. Indriyasari menyebut kegiatan tersebut telah masuk dalam kalender event nasional melalui Karisma Event Nusantara (KEN).
"Festival Kota Lama sebenarnya sudah lama masuk dalam kalender event tingkat nasional atau Karisma Event Nusantara. Jadi nanti juga ada dukungan dari Kementerian Pariwisata," ungkapnya. (*)