“Upaya ini dilakukan untuk mengantisipasi kekhawatiran masyarakat terhadap potensi pergerakan tanah. Dengan teknologi yang diterapkan dan syarat teknis yang dipenuhi, stabilitas lereng dapat ditingkatkan,” katanya.
Menurut Prof. Bambang, manfaat penguatan lereng tidak hanya mendukung rencana investasi di kawasan tersebut, tetapi juga memberikan perlindungan jangka panjang bagi masyarakat yang tinggal di sekitar lokasi.
“Kami berharap kawasan ini nantinya tidak hanya menghadirkan investasi dan pertumbuhan ekonomi, tetapi juga meningkatkan keamanan kawasan dari risiko pergerakan tanah yang selama ini menjadi perhatian masyarakat,” ujarnya.
Berdasarkan kajian para ahli, kawasan Gombel Lama memiliki kondisi geologi yang relatif rentan terhadap pergerakan tanah, terutama ketika curah hujan meningkat. Karena itu, proses stabilisasi dan penguatan lereng menjadi tahapan penting yang harus diselesaikan sebelum pengembangan kawasan komersial dilakukan.
Melalui pemantauan geoteknik yang berkelanjutan serta kolaborasi antara pemerintah, tim ahli, dan berbagai instansi terkait, Pemerintah Kota Semarang berharap upaya mitigasi risiko dapat berjalan optimal sehingga pengembangan kawasan berlangsung aman, berkelanjutan, dan tetap mengutamakan keselamatan masyarakat maupun lingkungan sekitar.