Konten Semarang
Semarang

Dinkes Semarang Temukan 240 Kasus HIV dalam Lima Bulan

Dinkes Semarang mencatat 240 kasus HIV baru hingga Mei 2026. Deteksi dini diperluas untuk mempercepat pengobatan dan pencegahan.

×
Dinkes Semarang mencatat 240 kasus HIV baru hingga Mei 2026. Deteksi dini diperluas untuk mempercepat pengobatan dan pencegahan.
Dinkes Semarang mencatat 240 kasus HIV baru hingga Mei 2026. Deteksi dini diperluas untuk mempercepat pengobatan dan pencegahan.

KONTENSEMARANG.COM – Dinas Kesehatan Kota Semarang mencatat sebanyak 240 kasus HIV baru selama periode Januari hingga Mei 2026. 

Jumlah tersebut diperoleh dari semakin masifnya pelaksanaan skrining, perluasan akses pemeriksaan HIV, serta penguatan upaya penemuan kasus secara aktif di fasilitas kesehatan maupun kelompok masyarakat yang memiliki faktor risiko.

Meningkatnya angka temuan kasus HIV tersebut dinilai sebagai indikator keberhasilan perluasan jangkauan layanan deteksi dini.

Dengan semakin banyak masyarakat yang menjalani pemeriksaan, kasus HIV dapat ditemukan lebih cepat sehingga pengobatan dapat segera diberikan dan risiko penularan dapat diminimalkan.

Data Dinas Kesehatan Kota Semarang menunjukkan kelompok dengan proporsi temuan tertinggi berasal dari Laki-laki Seks dengan Laki-laki (LSL) sebesar 44 persen.

Selanjutnya disusul pasien Tuberkulosis (TBC) sebesar 12 persen, pasangan risiko tinggi 11 persen, populasi umum 11 persen, pasien Infeksi Menular Seksual (IMS) 9 persen, pelanggan pekerja seks 5 persen, serta wanita pekerja seks sebesar 2 persen.

Kepala Dinas Kesehatan Kota Semarang, dr. Hakam, menegaskan bahwa masyarakat perlu memahami bahwa meningkatnya jumlah kasus yang ditemukan tidak selalu menunjukkan adanya peningkatan penularan HIV.

"Peningkatan jumlah kasus yang ditemukan tidak selalu berarti penularan HIV meningkat. Justru hal ini menunjukkan bahwa layanan skrining semakin menjangkau kelompok yang sebelumnya belum terdeteksi. Semakin banyak masyarakat yang melakukan tes HIV, maka semakin besar peluang kasus ditemukan lebih awal sehingga pengobatan dapat segera dimulai dan risiko penularan dapat dicegah," jelas Hakam.

Menurutnya, deteksi dini menjadi salah satu strategi penting dalam pengendalian HIV.

Dengan mengetahui status kesehatan sejak awal, seseorang dapat segera menjalani terapi antiretroviral (ARV), mencegah perkembangan penyakit menjadi AIDS, serta tetap menjalani aktivitas secara produktif dengan kualitas hidup yang baik.

Halaman 1 dari 3