Konten Semarang
Semarang

DPRD Kota Semarang Desak Pemkot Tinjau Ulang Sewa Lahan Pertanian, Petani Mengeluh Berat

DPRD Kota Semarang desak Pemkot tinjau ulang tarif sewa lahan pertanian yang tinggi karena membuat petani kesulitan dan terancam merugi.

“Petani bisa mengajukan keringanan. Kami sedang menyiapkan mekanismenya, termasuk besaran persentase keringanannya,” ujarnya.

Shoti’ah menambahkan, saat ini luas lahan pertanian di Kota Semarang hanya sekitar 5,8 persen dari total luas wilayah 373,77 kilometer persegi. Dari jumlah tersebut, sawah aktif tinggal sekitar 2.100 hektare, sementara sisanya berupa tegalan dan lahan perkebunan.

“Di tengah keterbatasan lahan dan sumber daya manusia, masih ada warga kota yang mau bertani. Ini luar biasa dan harus didukung bersama,” katanya.

Ia menegaskan bahwa Pemkot tetap berkomitmen menjaga ketahanan pangan dan meningkatkan kesejahteraan petani. Upaya pemberian keringanan diharapkan dapat mengurangi jumlah lahan bengkok yang terbengkalai.

“Intinya, kami ingin agar lahan produktif tetap bisa digarap oleh petani. Dengan begitu, produksi pangan terjaga dan kesejahteraan petani bisa meningkat,” pungkas Shoti’ah.

Halaman 2 dari 2