Kepala Perwakilan Bank Indonesia Jawa Tengah, M. Noor Nugroho, menjelaskan Fajar 2026 mengusung tema Akselerasi Pertumbuhan Ekonomi dan Keuangan Syariah yang Inklusif dan Berkelanjutan melalui Sinergi Penguatan Literasi dan Halal Value Chain.
Menurut Noor, penguatan rantai nilai halal dilakukan mulai dari sertifikasi rumah potong hewan dan unggas, penggilingan, hingga pendampingan sertifikasi halal bagi pelaku UMKM.
Langkah tersebut diharapkan mampu mempertemukan sisi produksi dan permintaan sehingga ekonomi syariah menjadi motor pertumbuhan baru di Jawa Tengah.
"Kalau sisi supply dan demand ini bertemu, mudah-mudahan bisa menjadi sumber pertumbuhan ekonomi baru di Jawa Tengah," katanya.
Manfaat penyelenggaraan Fajar juga dirasakan pelaku UMKM. Roni Abdul Ghoni dari Toros Farm Sulaimaniyah Magelang mengaku omzet usahanya meningkat signifikan selama mengikuti festival tersebut.
Jika pada hari biasa penjualan berkisar Rp1 juta hingga Rp2 juta per hari, selama acara omzetnya bisa mencapai Rp5 juta hingga Rp10 juta per hari.
"Festival seperti ini sangat membantu UMKM karena produk kami semakin dikenal masyarakat," ujarnya.
Hal senada disampaikan Aris Agung Nugroho, pelaku usaha Dawet Ayu Durian Pak Sarjohadi asal Banjarnegara.
Ia berharap festival serupa terus digelar sebagai sarana memperkenalkan produk daerah kepada masyarakat yang lebih luas.
"Kami berharap event seperti ini terus berlanjut," katanya.