Kirab berlangsung pukul 15.00–17.30 WIB dengan mengambil rute Jalan Subali Raya hingga Jalan Hanoman Raya.
Dalam kegiatan tersebut, peserta akan membawa Pataka Grebeg Subali, menampilkan tokoh wayang wanara, kesenian rakyat, gunungan, serta berbagai representasi sejarah dan memori kampung.
Melalui rangkaian kegiatan tersebut, Grebeg Subali 2026 diharapkan menjadi ruang pertemuan antara masyarakat, sejarah, seni, dan kebudayaan.
Tema “Ngeling, Ngilo, Nginguk” menjadi pijakan untuk mengingat jejak masa lalu, membaca perubahan yang terjadi saat ini, sekaligus memikirkan warisan budaya bagi generasi mendatang. (*)