Pertemuan ini merupakan tindak lanjut dari pertemuan Agustus 2025 lalu yang berfokus pada perluasan KEK Kendal.
KEK Kendal sendiri mencatatkan performa impresif dengan akumulasi investasi mencapai Rp187,05 triliun pada akhir 2025. Memasuki Juli 2026, realisasi investasi di kawasan itu telah menyentuh Rp6 triliun dari target Rp9 triliun.
Dampaknya pun signifikan, dengan penyerapan hampir 118 ribu tenaga kerja hingga Triwulan I 2026 dan andil besar terhadap pertumbuhan ekonomi Kabupaten Kendal yang menembus angka sekitar sembilan persen.
Gareth menilai strategi Pemprov Jateng untuk menambah kawasan industri akan membawa angin segar bagi masa depan ekonomi kawasan tersebut.
“Ada banyak area. Jadi Indonesia, khususnya Jawa Tengah akan sangat menarik di masa depan. Kami masih melihat Indonesia sebagai daerah yang sangat kuat,” jelasnya.
Sebagai informasi tambahan, Sembcorp Industries merupakan perusahaan yang berbasis di Singapura dan telah menjalin kemitraan dengan Pemprov Jawa Tengah sejak 2016.
Fokus kerja sama mereka mencakup pengembangan industri, energi, serta kawasan berkelanjutan seperti pengelolaan KEK Kendal. (*)