Konten Semarang
Pendidikan

Habib Edrus Wakili Wisudawan USM, Tekankan Amanah dan Pentingnya Terus Belajar

Habib Edrus mewakili wisudawan USM dan berpesan agar lulusan terus belajar serta mengamalkan ilmu untuk masyarakat dan bangsa.

Habib Edrus Wakili Wisudawan USM, Tekankan Amanah dan Pentingnya Terus Belajar
Habib Edrus Wakili Wisudawan USM, Tekankan Amanah dan Pentingnya Terus Belajar

KONTENSEMARANG.COMMuhammad Edrus Mutahar mendapat kepercayaan untuk mewakili para wisudawan dan wisudawati Universitas Semarang (USM) dalam menyampaikan sambutan pada prosesi wisuda, Kamis (27/8/2026). Acara tersebut berlangsung di Auditorium Ir. Widjatmoko Universitas Semarang.

Dalam sambutannya, Habib Edrus mengingatkan bahwa kelulusan bukan menjadi garis akhir setelah menyelesaikan pendidikan tinggi.

Menurutnya, gelar akademik justru membawa tanggung jawab untuk terus mengembangkan ilmu sekaligus memberikan manfaat kepada masyarakat.

“Ini bukan akhir untuk kita, gelar yang kita dapat ini adalah amanah dari Tuhan yang kita jaga dengan integritas, dedikasi dan kontribusi nyata,” ujar Habib Edrus.

Ia juga mengajak para wisudawan untuk tidak hanya memiliki cita-cita, tetapi juga menjaga semangat dan keteguhan dalam memperjuangkannya. Sebab, menurutnya, keberhasilan membutuhkan proses dan konsistensi.

“Banyak sekali orang yang punya impian, akan tetapi jarang yang teguh sampai pada akhirnya mendapatkan apa yang dia inginkan atau impikan,” ungkapnya.

Dalam kesempatan itu, Habib Edrus turut mengapresiasi peran orang tua yang telah memberikan dukungan selama proses pendidikan hingga para mahasiswa berhasil mencapai tahap wisuda.

Perjalanan pendidikannya di Universitas Semarang juga tidak lepas dari dorongan Rektor USM. Ia mengaku mendapat motivasi dari Rektor untuk kembali menempuh pendidikan tinggi setelah keduanya bertemu dalam sebuah kegiatan majelis.

Menurut Habib Edrus, pertemuan tersebut menjadi awal munculnya dorongan untuk melanjutkan pendidikan. Ia kemudian mempertimbangkan ajakan tersebut hingga akhirnya memutuskan berkuliah di Universitas Semarang.

“Beliau itu kan semangat untuk memotivasi anak muda. Pak Rektor itu semangat. Saya termasuk yang dimotivasi oleh beliau, Habib kuliah, Habib kuliah, Habib cari ilmu kuliah di Universitas Semarang, kebanggaan buat Universitas Semarang, bisa nambah ilmu buat Habib juga,” tuturnya.

Sebelum mengambil keputusan, Habib Edrus mengatakan dirinya terlebih dahulu melakukan istikharah. Setelah melalui proses tersebut, ia akhirnya mengikuti arahan Rektor untuk melanjutkan pendidikan.

“Lama prosesnya itu saya istikharah, saya pikir Pak Rektor ini betul-betul semangat menawari. Akhirnya saya alhamdulillah karena semangat Pak Rektor juga, saya akhirnya mengikuti arahan daripada beliau,” ujarnya.

Dukungan Rektor juga menjadi hal yang tidak disangka oleh Habib Edrus. Ia baru mengetahui bahwa biaya pendidikannya ditanggung oleh Rektor, meski sejak awal dirinya tidak tengah mencari beasiswa.

“Masya Allah saya nggak nyangka, saya kira saya bayar gitu kan, ternyata memang awalnya nggak cari beasiswa, kemudian kok Pak Rektor bilang ke Mas Saiful, ini sahabat saya, semuanya ditanggung sama Pak Rektor,” ungkapnya.

Tak berhenti pada pendidikan yang baru diselesaikannya, Habib Edrus juga mendapat tawaran untuk melanjutkan studi ke jenjang S2. Tawaran tersebut bahkan disampaikan sebelum ia menyelesaikan pendidikan yang sedang ditempuh.

“Bahkan ini sudah ditawari untuk S2 sama beliau ini, belum selesai sudah ditawari S2. Masya Allah, luar biasa. Bahagia sekali, apalagi dapat kehormatan tadi untuk mewakili wisudawan-wisudawati, Masya Allah,” tuturnya.

Pengalaman selama menempuh pendidikan di USM semakin mendorong Habib Edrus untuk terus belajar. Ia mengingatkan para wisudawan agar tidak berhenti menuntut ilmu hanya karena telah memperoleh gelar akademik.

“Jangan berhenti, seperti saya sudah anak tiga masih belajar gitu kan, jangan berhenti pokoknya, seperti yang tadi saya sampaikan, terus belajar, belajar, belajar terus,” katanya.

Ia menekankan, ilmu yang diperoleh dari perguruan tinggi seharusnya tidak berhenti menjadi bekal pribadi. Pengetahuan tersebut perlu diterapkan sehingga memberikan manfaat bagi masyarakat dan bangsa.

“Dan bermanfaat untuk nusa dan bangsa tadi, ilmunya juga harus manfaat, jangan berhenti di dirinya, tapi kepada orang lain, masyarakat yang luas,” pungkasnya. (*)

Baca Juga Otomatis

Rekomendasi berdasarkan kategori dan tag berita ini.

Menampilkan semua halaman artikel.

Artikel Selanjutnya

LLDIKTI VI Dorong Lulusan USM Tingkatkan Kompetensi Hadapi Dunia Kerja
Pendidikan • 27 Agustus 2026

LLDIKTI VI Dorong Lulusan USM Tingkatkan Kompetensi Hadapi Dunia Kerja

Rekomendasi Redaksi