Sementara itu, pola intrinsik menekankan sikap terbuka, inklusif, dan mampu menghargai perbedaan secara tulus.
Ketua Pengurus Yayasan USM, Prof Dr Ir Hj Kesi Widjajanti SE MM, menyampaikan bahwa menjaga kualitas sebagai perguruan tinggi swasta unggul sekaligus tetap terjangkau menjadi tantangan tersendiri di era saat ini.
“USM sebagai perguruan tinggi swasta unggul, berkualitas, namun tetap terjangkau dan menjangkau tentu bukan hal yang mudah. Ini menjadi komitmen bersama yang harus terus kita jaga,” ujarnya.
Ia juga mengingatkan makna Halal Bihalal yang identik dengan tradisi kupat sebagai simbol saling memaafkan. “Menawi lepat, nyuwun ngapunten,” tuturnya.
Melalui kegiatan ini, diharapkan seluruh keluarga besar USM semakin solid, memperkuat sinergi, serta bersama-sama membawa Universitas Semarang menuju capaian yang lebih tinggi di masa mendatang. (*)